PAPUA — Musim kelima Outer Banks tidak hanya menjadi penutup, tetapi juga menjawab nasib setiap karakter setelah 49 episode penuh konflik. Serial ini mengakhiri petualangan dengan cara yang sama seperti memulainya: badai besar. Namun, kali ini badai tersebut membawa berkah, bukan kehancuran, bagi geng Pogues.
Final musim ini menampilkan momen siklus hidup yang lengkap. Sarah Cameron (Madelyn Cline) dan John B (Chase Stokes) akhirnya menikah. Sarah mengenakan gaun putih ala Midsummers dari musim pertama, dan pasangan ini mengucapkan sumpah yang sama seperti pernikahan dadakan mereka di laut lepas pada musim kedua.
Kebahagiaan mereka bertambah dengan kelahiran anak pertama yang diberi nama JJ, sebagai penghormatan untuk sahabat mereka yang telah tiada. Selain itu, Pope (Jonathan Daviss) melamar Cleo (Carlacia Grant) dua kali, dan Rafe (Drew Starkey) melamar Sofia (Fiona Palomo).
Musim pamungkas ini tidak hanya berfokus pada romansa. Alur cerita mengambil arah yang lebih gelap dengan elemen supernatural. Kiara, Chandler Groff (J. Anthony Crane), dan kolektor kaya bernama Finch sama-sama memburu Mahkota Biru milik Blackbeard. Ketiganya memiliki motif berbeda: Kiara ingin bertemu JJ, Groff ingin menghidupkan istrinya yang ia bunuh, dan Finch ingin membangkitkan putrinya.
Dalam duka yang mendalam, Kiara berubah menjadi mesin balas dendam. Ia mengejar Groff dengan tekad bulat dan akhirnya berhasil mengalahkannya di percobaan kedua. Meski sempat melihat JJ di bawah hujan meteor, itu hanyalah kenangan yang ia pegang erat.
Kematian Groff membawa perubahan besar. Kapal yang tenggelam dalam badai membuat para Pogues berhasil mengambil kembali emas Royal Merchant dari dasar laut. Dengan uang tersebut, mereka membangun kembali Kildare menjadi tempat yang lebih setara.
John B menjelaskan di akhir episode bahwa mereka membangun pulau itu agar semua orang, baik Kooks maupun Pogues, bisa tinggal di sana selamanya. Hasilnya, banyak Kooks yang pergi, Pope dan Cleo menetap di rumah leluhurnya di Tannyhill, dan Topper kini bekerja sebagai bartender.
Di tengah perayaan akhir cerita, para kreator membocorkan proyek berikutnya. Sebuah prequel yang berlatar 20 tahun sebelum kejadian serial utama sedang dalam pengembangan aktif di Netflix.
"Ini adalah kisah tentang bagaimana pulau itu terbelah—dan ini sangat relevan dengan negara kami saat ini—bagaimana ia terpecah menjadi yang kaya dan yang tidak punya, bagaimana Kooks dan Pogues dimulai," ujar Josh Pate. "Bagaimana perpecahan ini dimulai?" Para kreator juga mengisyaratkan kemungkinan adanya spin-off lain di masa depan.
Dengan berakhirnya Outer Banks, Netflix kini memiliki peluang besar untuk memperluas alam semesta cerita ini melalui prequel yang menjanjikan konflik sosial yang lebih dalam.