SENTANI — Ribuan crayon tersusun rapi di atas meja panjang Ball Room Hotel Grand Papua, Sentani, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 200 pelajar TK dan SD dari berbagai sekolah di Kabupaten Jayapura duduk dengan fokus, mewarnai logo OSS yang dicetak di atas kertas gambar. Suasana hening sesekali pecah oleh tawa kecil anak-anak yang berebut warna kesukaan mereka.
Kegiatan yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Jayapura ini bukan sekadar lomba menggambar biasa. Di sela-sela acara, puluhan petugas dari Dinas Dukcapil dan Bank Papua sibuk melayani orang tua yang mendaftarkan anaknya. Selesai mewarnai, anak-anak itu langsung difoto untuk pembuatan KIA dan dibukakan rekening Tabungan Pelajar.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menegaskan kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun kolaborasi dengan mitra strategis.
“Kegiatan ini menjadi komitmen pemerintah dalam berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk mengimplementasikan program dan kebijakan yang tidak terlepas dari visi Kabupaten Jayapura: Kasih, mempersatukan perbedaan melalui pelayanan,” kata Basri.
Menurutnya, lomba menggambar dan mewarnai bukan sekadar seremonial. Ini adalah wadah pembinaan karakter sejak dini. “Tujuan kami agar dapat meningkatkan kualitas kemampuan anak-anak sejak dini. Dengan menggambar dan mewarnai, kreativitas dan imajinasi mereka terasah. Daya nalar dan karakter juga mulai dibentuk sejak dini,” ujarnya.
“Ini bagian tak terpisahkan dalam proses menata, membina, dan mengembangkan karakter generasi menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Basri.
Keunikan kegiatan ini terletak pada layanan publik yang dihadirkan langsung di lokasi lomba. Panitia menyebutkan, setiap peserta langsung dibukakan rekening Tabungan Pelajar bekerja sama dengan Bank Papua. Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) membuka layanan pembuatan KIA.
“Banyak anak-anak peserta yang belum punya KIA. Jadi hari ini Dukcapil ada di depan. Selesai lomba mereka langsung buat KIA dan buka rekening tabungan pelajar,” jelas panitia.
Langkah ini dinilai sebagai cara cerdas untuk memperkenalkan literasi keuangan sejak usia dini sekaligus memastikan setiap anak memiliki identitas hukum yang sah. Orang tua tak perlu mengurus dokumen secara terpisah di kantor dinas.
Panitia menyiapkan hadiah uang tunai dan tabungan pendidikan dari Bank Papua untuk para juara di masing-masing kategori TK dan SD. Juara pertama berhak membawa pulang Rp1.000.000, disusul juara kedua Rp750.000, dan juara ketiga Rp500.000. Hadiah harapan juga diberikan mulai dari Rp400.000 hingga Rp200.000.
Seluruh peserta yang hadir juga mendapatkan goodie bag dari sponsor Saga dan Alfamidi. Selain itu, area kegiatan dipenuhi booth layanan dari Bank Papua, Dukcapil, Bursa Efek Indonesia, dan Telkomsel yang siap melayani kebutuhan orang tua selama acara berlangsung.
Panitia menyebut tujuan kegiatan yang dinamakan "Momarnay" ini adalah memperkenalkan logo OSS sebagai logo pelayanan perizinan kepada anak usia dini dan orang tua. Ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan birokrasi kepada masyarakat, bahkan sejak anak-anak belum memahami istilah perizinan.
“Ini pertama kali kami selenggarakan. Dan akan berlanjut terus dengan tema yang berbeda selama kami masih di PTSP,” ujarnya.
Salah satu orang tua peserta, Laura, mengapresiasi kegiatan ini. Ia mendampingi anaknya, Felicia Azela, siswa SD YPK Imanuel Ifar Gunung. “Ini bagus buat anak-anak untuk berkreasi sesuai dengan imajinasinya. Kayaknya kegiatan seperti ini perlu diperbanyak lagi,” kata Laura.
Kegiatan yang ditargetkan selesai pukul 12.00 WIT ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam memberikan ruang edukasi serta pengembangan kreativitas bagi anak-anak di Kabupaten Jayapura.