Anak Saksikan Kekerasan Oknum Militer, Hanung Bramantyo Bawa Kala Madali ke Psikolog

Penulis: Reza Maulana  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 09:06:31 WIB
Hanung Bramantyo membawa putrinya, Kala Madali, berkonsultasi dengan psikolog usai menyaksikan dugaan kekerasan yang dialami karyawannya.

PAPUA — Menjadi saksi sebuah peristiwa kekerasan tentu bukan hal mudah, apalagi bagi anak-anak. Pengalaman traumatis ini lah yang kini tengah dihadapi oleh Kala Madali, putri dari sutradara kondang Hanung Bramantyo. Usai melihat langsung dugaan penganiayaan yang dialami karyawan ayahnya, Kala disebut mengalami tekanan psikologis yang cukup berat.

Sebagai orang tua, Hanung tidak tinggal diam. Ia menyadari bahwa pemulihan dari trauma tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan pendampingan dari tenaga profesional. Karena itu, ia memutuskan untuk membawa Kala berkonsultasi dengan psikolog.

Keputusan Hanung Membawa Kala ke Psikolog

Di tengah kesibukannya sebagai sineas, Hanung mengaku fokus pada pemulihan kondisi psikologis sang putri. Ia menegaskan bahwa rasa takut yang dialami Kala sudah pasti ada dan membutuhkan penanganan serius.

"Kala trauma udah pasti, ketakutan. Saya sadar bahwa kondisi psikologis itu butuh bantuan dari pihak luar. Jadi kita konseling kepada psikolog untuk memberi masukan seharusnya orang tua dan anak seperti apa," ujar Hanung di kawasan Kemang, Jakarta Selatan belum lama ini.

Langkah Hanung ini patut dicontoh. Kesadaran untuk segera mencari bantuan profesional ketika anak menunjukkan gejala trauma adalah bentuk perlindungan terbaik dari orang tua.

Beratnya Jadi Saksi di Pengadilan

Beban mental Kala tidak berhenti di situ. Ia harus kembali dihadapkan pada peristiwa yang membuatnya trauma saat diminta menjadi saksi di hadapan hakim militer. Menceritakan kembali kejadian tersebut tentu menjadi ujian berat bagi seorang anak.

Hanung pun mengaku merasakan betul kesulitan yang dialami putrinya. Bahkan ia sendiri merasa tertekan ketika harus memberikan kesaksian di pengadilan.

"Dipanggil sebagai saksi, diminta menceritakan, itu satu kondisi yang berat apalagi anak-anak. Saya saja ketika bertestimoni di hadapan pengadilan merasa tertekan, dua kalimat yang sudah saya rancang saja bisa buyar," ungkapnya.

Dukungan Orang Tua Kunci Pemulihan Trauma Anak

Pengalaman yang dibagikan Hanung ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya para ibu, bahwa trauma pada anak tidak bisa dianggap sepele. Dukungan dan kepekaan orang tua sangat menentukan proses penyembuhan mereka.

Konseling ke psikolog adalah salah satu langkah tepat. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana orang tua membangun komunikasi yang hangat dan aman di rumah, sehingga anak merasa nyaman untuk mengekspresikan perasaannya.

Memastikan anak merasa didengar dan dipahami adalah fondasi utama untuk membantunya melewati masa-masa sulit. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak yang mengalami trauma punya peluang besar untuk pulih dan kembali menjalani hari-harinya dengan ceria.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top