Perputaran uang pada Festival Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Jayapura yang digelar pada 21-23 Agustus 2026 tercatat mencapai Rp149 juta. Angka ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap produk lokal sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Papua.
JAYAPURA — Perputaran uang pada Festival Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Jayapura yang berlangsung tiga hari tercatat mencapai Rp149 juta. Angka ini diumumkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Alberto Itaar, pada Minggu.
Ia merinci transaksi harian selama festival yang digelar pada 21-23 Agustus 2026 itu terus mengalami kenaikan signifikan. Hari pertama mencatat Rp49 juta, kemudian melonjak menjadi Rp61 juta pada hari kedua, dan diperkirakan menyumbang Rp39 juta di hari terakhir.
Kenaikan transaksi dari hari ke hari menjadi indikator bahwa produk IKM dan UMKM lokal Papua semakin diminati masyarakat. Alberto menyebut capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa ekosistem usaha kecil di Kota Jayapura mulai tumbuh.
"Perputaran transaksi ini memberikan manfaat langsung kepada para pelaku usaha melalui peningkatan penjualan, pengenalan produk serta terbukanya peluang pasar dan kerja sama lanjutan," kata Alberto Itaar di Jayapura, Minggu.
Festival IKM kali ini dirancang lebih dari sekadar ajang pameran tahunan. Pemerintah Kota Jayapura menargetkan kegiatan ini menjadi katalis bagi pelaku usaha untuk naik kelas dan lebih kompetitif di pasar yang lebih luas.
Alberto memaparkan setidaknya ada lima dampak positif yang dirasakan pelaku usaha dari penyelenggaraan festival ini:
Keberhasilan festival ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Jayapura dalam membangun ekosistem industri yang terintegrasi. Fokusnya tidak hanya pada penjualan, tetapi juga pada pengembangan kapasitas produksi pelaku usaha kecil.
"Oleh karena itu, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari jumlah stan yang ada, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan ini mampu membuka pasar, meningkatkan transaksi, memperluas jaringan usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya.
Dengan total transaksi yang menembus angka Rp149 juta, festival ini dinilai berhasil menciptakan multiplier effect bagi perekonomian warga Jayapura. Ke depan, pemerintah daerah diharapkan terus menghadirkan program serupa untuk memperkuat daya saing produk lokal di tingkat nasional.