MIMIKA — Program Kampung Sehat yang dijalankan YEP kembali berinovasi dengan menggelar Lomba Pace Hebat Keluarga Sehat. Kegiatan ini menyasar para kepala keluarga sebagai peserta utama, sebuah langkah yang dinilai mampu menggeser paradigma lama bahwa urusan dapur dan gizi keluarga hanya tanggung jawab ibu.
Dalam lomba tersebut, para bapak ditantang mengolah bahan pangan lokal, terutama ikan yang mudah diperoleh, menjadi hidangan bergizi. Kegiatan ini tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana edukasi bahwa pemenuhan gizi anak adalah tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga.
Health Specialist YEP, Mutia Ulfah, menjelaskan bahwa keterlibatan kaum bapak menjadi pesan penting yang ingin dibangun melalui kegiatan ini. Selama ini, lomba memasak hampir selalu identik dengan kaum perempuan.
"Biasanya kalau lomba masak identik dengan mama-mama. Tetapi kali ini kami lebih mengutamakan kepala keluarga agar ada peran bapak dalam rumah tangga, khususnya dalam menyediakan makanan bergizi untuk keluarga," katanya.
Menurut Mutia, kegiatan serupa telah mulai berjalan di sejumlah wilayah intervensi, di antaranya Kampung Beane dan wilayah Udiyawaku. Pelaksanaan di wilayah lain akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh cakupan program selesai.
Program Kampung Sehat yang dilaksanakan YEP mencakup sembilan kampung di wilayah pegunungan dan pesisir Mimika. Di wilayah pegunungan, intervensi dilakukan di lima kampung, yakni Kampung Waa, Banti, Opitawak, Ainggogin, dan Beane yang berada di Distrik Tembagapura.
Sementara di wilayah pesisir, program menjangkau Kampung Waituku, Wapu, dan wilayah lainnya sesuai cakupan. Tim Kampung Sehat juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan pemerintah melalui fasilitas pelayanan kesehatan, terutama Puskesmas.
Program Kampung Sehat YPMAK pada dasarnya merupakan program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mendukung program kesehatan pemerintah melalui pendekatan berbasis masyarakat. Dalam pelaksanaannya, YEP berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan Puskesmas.
Mutia menjelaskan, keberadaan tenaga kesehatan di Puskesmas memiliki cakupan pelayanan yang luas dan tidak hanya terbatas pada satu kampung. Karena itu, tim Kampung Sehat diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung tenaga kesehatan menjalankan program pemerintah.
"Tujuan awal Program Kampung Sehat YPMAK adalah mendukung pemerintah. Wilayah kerja pemerintah, terutama Puskesmas, cukup luas dan tidak hanya berada di satu kampung. Karena itu, teman-teman Kampung Sehat juga harus mendukung tenaga kesehatan di Puskesmas dalam melaksanakan program pemerintah," ujarnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan di wilayah intervensi selesai, YEP akan melakukan evaluasi untuk menentukan bentuk tindak lanjut. Salah satu indikator yang dinilai adalah sejauh mana keterlibatan para kepala keluarga dalam penyediaan makanan bergizi dapat terus dipertahankan di rumah.
"Kita lihat nanti setelah semua wilayah intervensi terlaksana programnya, kemudian kita evaluasi untuk menentukan follow up selanjutnya," jelas Mutia.
Melalui pendekatan ini, Program Kampung Sehat diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan sesaat, tetapi mampu membangun kebiasaan sehat yang tumbuh dari keluarga dan masyarakat sendiri. Dengan melibatkan para kepala keluarga, pesan yang ingin dibangun adalah bahwa menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi keluarga merupakan tanggung jawab bersama.