El Niño Keringkan Lumbung Pangan Provinsi Tengah PNG, Pemprov Siapkan Dana Respons Kekeringan

Penulis: Sofyan Basri  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:01:01 WIB
Warga melintasi area perbukitan kering di sekitar Port Moresby, Provinsi Tengah PNG, akibat dampak kekeringan El Niño.

JAYAPURA — Provinsi Tengah Papua Nugini (PNG) menjadi wilayah yang paling parah terdampak kekeringan berkepanjangan yang dipicu fase cuaca El Niño. Wilayah Central dan Distrik Ibu Kota Nasional (NCD) kini dalam kondisi sangat kering, memaksa warga berjuang menghadapi gagal panen dan krisis air bersih.

Dampak kekeringan terasa hingga ke ibu kota Port Moresby, di mana warga kerap mengalami pemadaman air akibat infrastruktur kota yang rusak. Kondisi ini diperparah dengan kejadian hujan es yang sempat melanda dan memperburuk kerusakan tanaman.

Gangguan Cuaca Picu Penilaian Ketahanan Pangan dan Air

Gangguan cuaca yang terus berlanjut mendorong pemerintah Provinsi Tengah melakukan penilaian menyeluruh terhadap skala masalah ketahanan pangan dan air di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mengukur kebutuhan penanganan yang tepat di tengah krisis yang meluas.

Pusat Penanggulangan Bencana Nasional sebelumnya telah memperingatkan bahwa fase El Niño dapat berdampak signifikan pada banyak wilayah. Daerah lain seperti Dataran Tinggi dan Provinsi Barat telah lebih dulu menderita selama berbulan-bulan akibat kondisi serupa.

Kebakaran dan Penutupan Sekolah Akibat Sumber Air Kering

Di sebagian besar wilayah tengah PNG yang kini sangat kering, kebakaran menjadi pemandangan umum di perbukitan gersang sekitar ibu kota. Kondisi ini menambah daftar panjang dampak bencana yang dihadapi masyarakat setempat.

Lebih jauh ke Provinsi Tengah, banyak sumber air telah mengering total. Akibatnya, sejumlah sekolah terpaksa ditutup karena tidak memiliki akses air bersih untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Gubernur: Butuh Dana Lebih Besar untuk Respons Penuh

Gubernur Provinsi Tengah, Ruffina Peter, menyatakan pemerintah provinsi telah mengalokasikan PGK5,3 juta (sekitar NZ$1,9 juta) untuk merespons kekeringan dan membantu masyarakat terdampak. Namun, ia mengindikasikan bahwa dana tersebut belum cukup untuk menangani krisis secara menyeluruh.

Menurutnya, dibutuhkan anggaran hingga PGK40 juta (sekitar NZ$14,6 juta) untuk mulai memberikan respons penuh terhadap bencana kekeringan yang melanda wilayahnya. Angka ini mencerminkan besarnya skala kerusakan dan kebutuhan darurat yang harus segera dipenuhi.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top