PAPUA — Menjelang debut resmi seri X500 di China, Vivo X500 Pro Max tercatat membawa peningkatan performa yang signifikan. Berdasarkan daftar pengujian yang beredar, perangkat dengan nomor model V2610 ini berhasil mencetak skor 2.574 poin untuk tes single-core dan 7.756 poin untuk multi-core. Angka tersebut menempatkannya di kelas ponsel flagship dengan daya komputasi tertinggi saat ini.
Dapur pacu Vivo X500 Pro Max menggunakan prosesor MediaTek MT6995 yang belum dipasarkan secara resmi. Chipset ini memiliki konfigurasi kluster tiga tingkat: dua prime core dengan clock speed 4,55 GHz, tiga core performa tinggi di 4,35 GHz, dan tiga core efisiensi di 3,10 GHz.
Tipster Digital Chat Station meyakini bahwa chipset ini adalah MediaTek Dimensity 9600 Pro. Jika benar, ini akan menjadi pertama kalinya Vivo menggunakan chipset unggulan MediaTek sebelum kompetitor lain, sekaligus menandai pergeseran dari kebiasaan sebelumnya yang kerap memakai silikon Qualcomm untuk lini Pro Max.
Selain performa komputasi, Vivo X500 Pro Max dipastikan membawa peningkatan besar di sektor kamera. Perusahaan telah mengonfirmasi bahwa varian tertinggi ini akan menggunakan sensor kustom Sony Phantom 900 sebagai kamera utama.
Sensor tersebut dilengkapi teknologi Optical Image Stabilisation (OIS) 3 derajat. Sistem stabilisasi ini dirancang untuk menghasilkan perekaman video yang mulus dan mengurangi guncangan secara signifikan, bahkan saat pengguna bergerak aktif. Ini menjadi nilai jual utama bagi kreator konten yang mengandalkan perekaman mobile.
Kabar ini datang di tengah persaingan ketat pasar ponsel premium di Indonesia. Vivo selama ini bersaing dengan Samsung dan Xiaomi di segmen harga di atas Rp 10 juta. Kehadiran chipset dengan clock speed tinggi dan sensor kamera anyar berpotensi menjadi pembeda utama.
Bagi pengguna yang menunggu ponsel dengan daya tahan baterai efisien dan kemampuan video sinematik, seri X500 Pro Max layak masuk daftar tunggu. Namun, perlu dicatat bahwa bocoran Geekbench hanya mengukur performa mentah. Hasil akhir tetap bergantung pada optimasi software dan sistem pendingin yang diterapkan Vivo pada unit produksi massal.
Peluncuran resmi dijadwalkan berlangsung bulan depan di China. Belum ada konfirmasi jadwal masuk pasar Indonesia, tetapi berdasarkan pola rilis seri X sebelumnya, varian Pro Max biasanya menyusul beberapa pekan setelah peluncuran global.