Tokoh Pemuda Papua Marco Buefar Dukung Operasi Damai Cartenz 2026, Minta Generasi Muda Jadi Benteng Hoax

Penulis: Toni Haryadi  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:58:01 WIB
Marco Buefar menyampaikan dukungan terhadap kelanjutan Operasi Damai Cartenz 2026 di Abepura, Jayapura, Rabu (26/8/2026).

JAYAPURA — Dukungan terhadap kelanjutan Operasi Damai Cartenz 2026 datang dari tokoh pemuda Papua. Marco Buefar menilai kehadiran personel Satgas Kepolisian di lapangan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberi ketenangan bagi masyarakat bawah dalam beraktivitas sehari-hari.

"Kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah. Personel kepolisian yang bersiaga di lapangan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan ketenangan bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari," kata Marco saat ditemui di Abepura, Rabu (26/8/2026).

Kunci Stabilitas: Pendekatan Humanis dan Dialog Intensif

Menurut Marco, pola pendekatan humanis serta komunikasi dua arah antara aparat dan warga menjadi kunci utama memetakan potensi konflik sejak dini. Keterbukaan informasi dan dialog yang intensif dinilai mampu meredam gesekan sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.

Ia menekankan, kondusivitas wilayah adalah fondasi agar roda perekonomian dan aktivitas sosial warga berjalan tanpa rasa takut. Tanpa stabilitas, pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kesejahteraan akan sulit direalisasikan secara maksimal.

Sinergi Lintas Elemen: Keamanan Bukan Hanya Tugas Aparat

Marco mengingatkan, pemeliharaan keamanan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada polisi dan TNI. Ia mendorong penguatan sinergi lintas elemen—mulai dari tokoh adat, tokoh perempuan, hingga figur pemuda—untuk bersama-sama merawat kondusivitas.

"Tanah Papua adalah rumah kita bersama. Saya mengimbau seluruh elemen masyarakat, terkhusus anak-anak muda Papua, untuk berdiri di garis depan dalam merawat perdamaian. Mari kita batasi ruang gerak segala bentuk provokasi dan kekerasan bersenjata yang hanya merugikan masa depan daerah kita," tegasnya.

Generasi Muda Diminta Tak Mudah Terhasut Isu Provokatif

Di era keterbukaan informasi, Marco secara spesifik mengingatkan anak muda Papua agar bijak mencerna kabar di media sosial. Pemuda diharapkan menjadi benteng pertahanan dari bahaya provokasi dan berita bohong yang berpotensi memecah belah persatuan.

"Generasi muda Papua harus cerdas dan kritis. Jangan mudah terhasut oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Jadilah bagian dari penyelesai masalah (solution finder) melalui dialog dan aksi-aksi positif yang membangun," tutur Marco.

Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kokoh antara masyarakat dan aparat keamanan, pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan warga di Tanah Papua dapat terwujud secara berkelanjutan. Dukungan dari berbagai elemen ini diharapkan memperkuat efektivitas Operasi Damai Cartenz yang telah berjalan di wilayah tersebut.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: kawattimur.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top