Gubernur Papua Fakhiri: Festival Danau Sentani XV 2026 Jadi Panggung Persaudaraan dan Ekonomi Lokal

Penulis: Reza Maulana  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:22:31 WIB
Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri membuka Pra-Festival Danau Sentani XV 2026 di Kabupaten Jayapura, Selasa (25/8).

Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri memastikan Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 tidak hanya menjadi perayaan seni, tetapi juga motor penggerak ekonomi warga di Kabupaten Jayapura. Ajang bertema "Budayaku Adalah Hidupku" ini dicanangkan sebagai ruang merawat identitas budaya sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.

JAYAPURA — Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri menegaskan Festival Danau Sentani (FDS) XV yang akan digelar pada 2026 mendatang harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga. Ajang tahunan itu tidak cukup hanya menjadi panggung pertunjukan seni, melainkan juga wahana untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Jayapura.

Pernyataan itu disampaikan Fakhiri saat membuka Pra-FDS XV tahun 2026 di Kabupaten Jayapura, Selasa (25/8). Ia menekankan bahwa penyelenggaraan festival harus mampu membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal agar produk mereka dikenal luas.

Budaya sebagai Identitas yang Hidup

Fakhiri menjelaskan, tema "Budayaku Adalah Hidupku" dipilih untuk menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu yang statis. Justru, budaya adalah jati diri yang harus terus berkembang dan diwariskan lintas generasi.

"Ini memiliki makna penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi merupakan identitas dan jati diri yang harus terus hidup, berkembang, serta diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Fakhiri dalam sambutannya.

Menurut dia, festival ini menjadi momentum strategis untuk mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam semangat persaudaraan. Keberagaman budaya, agama, dan komunitas di Tanah Papua justru menjadi kekuatan utama dalam membangun persatuan.

Dampak Ekonomi untuk Warga Lokal

Gubernur mengingatkan agar penyelenggaraan FDS tidak berhenti pada kemeriahan seremonial belaka. Ia meminta panitia memastikan festival memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro dan produk kerajinan khas Papua.

"Kami minta penyelenggaraan FDS juga harus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat melalui pengembangan sektor budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan usaha masyarakat lokal," tegasnya.

Dengan begitu, festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi budaya Papua ke dunia luar, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Menjaga Kelestarian Danau Sentani

Fakhiri juga menyoroti pentingnya aspek lingkungan dalam penyelenggaraan festival. Ia mendorong FDS dikembangkan sebagai gerakan kolektif untuk menjaga kelestarian Danau Sentani, bukan sekadar agenda tahunan yang berhenti setelah acara usai.

"Karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat bergandengan tangan menjadikan FDS sebagai panggung yang mampu mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam semangat persaudaraan dan keberagaman," ujarnya.

Keterlibatan lintas kerukunan dalam festival ini dinilai sebagai bukti bahwa perbedaan tidak menghalangi kebersamaan. FDS XV diharapkan menjadi etalase bahwa Papua mampu menunjukkan wajah damai dan produktif melalui kebudayaan.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top