Dua Barista Papua Tembus 24 Besar Kompetisi Cangkir Barista 2026, BI Sebut Bukti UMKM Mampu Bersaing di Nasional

Penulis: Sofyan Basri  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:28:31 WIB
Dua barista asal Papua, Muhammad Amien Rais Wanggai dan Kevin Andrian Luarmase, berhasil menembus 24 besar nasional pada kompetisi Cangkir Barista 2026.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mencatat dua barista binaannya, Muhammad Amien Rais Wanggai dan Kevin Andrian Luarmase, berhasil menembus 24 besar nasional dari 2.736 peserta pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua David Sipahuta menilai prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku UMKM di daerah mampu bersaing di tingkat nasional.

JAYAPURA — Dua barista asal Papua menorehkan prestasi membanggakan di kompetisi Cangkir Barista 2026. Muhammad Amien Rais Wanggai dan Kevin Andrian Luarmase sukses menyisihkan ribuan peserta lain untuk masuk dalam jajaran 24 besar nasional, sebuah pencapaian yang dinilai mampu mendongkrak daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menyebut keberhasilan ini bukan sekadar kebanggaan individu, melainkan cerminan dari proses pembinaan berkelanjutan yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan. Prestasi tersebut juga membuktikan bahwa produk dan sumber daya manusia Papua memiliki potensi besar jika diberikan pendampingan yang tepat.

Bukti Nyata Potensi Besar UMKM Papua

Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, David Sipahuta, menegaskan bahwa capaian dua barista binaannya itu menjadi momentum penting bagi pengembangan UMKM di tanah Papua. Ia menyebut keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha di daerah tidak kalah bersaing dengan daerah lain.

"Prestasi ini menjadi bukti bahwa UMKM Papua memiliki potensi yang besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional," kata David di Jayapura, Selasa.

Menurutnya, keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha mereka. Ia menilai, kompetisi seperti KKI menjadi ajang yang tepat untuk menguji kemampuan sekaligus memperluas jaringan pasar.

Pengembangan UMKM Tak Cukup Hanya Tingkatkan Produksi

David menjelaskan, pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan parsial. Peningkatan kemampuan produksi saja tidak cukup tanpa diiringi penguatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, hingga strategi pemasaran yang mumpuni.

"Pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui peningkatan kemampuan produksi, tetapi juga perlu disertai penguatan kapasitas sumber daya manusia, kualitas produk, inovasi pemasaran, serta akses terhadap pasar yang lebih luas," ujarnya.

Oleh karena itu, BI Papua terus berupaya memberikan pendampingan menyeluruh kepada UMKM binaan. Tujuannya agar mereka tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan untuk masuk dan bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Ke depan, prestasi barista Papua di KKI 2026 ini diharapkan menjadi pijakan untuk melahirkan lebih banyak talenta UMKM unggul dari Bumi Cenderawasih. Dengan pembinaan yang konsisten, bukan tidak mungkin produk-produk kreatif Papua akan semakin dikenal dan diminati di kancah nasional.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top