Polres Biak Numfor menggencarkan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul munculnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Biak. Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya mengajak warga berperan aktif mengantisipasi potensi titik api di tengah musim kemarau.
BIAK — Polres Biak Numfor meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang mulai mengancam kawasan tersebut. Imbauan ini disampaikan menyusul kejadian kebakaran pada Sabtu (22/8) dan Minggu (23/8) yang menyebabkan kabut asap menyelimuti Biak.
Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya menegaskan bahwa penyuluhan akan terus diintensifkan untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Langkah ini dinilai krusial mengingat kondisi musim kemarau saat ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat.
Kebakaran yang terjadi dua hari berturut-turut pada akhir pekan lalu menjadi peringatan serius bagi warga. Dampaknya langsung terasa dengan munculnya kabut asap yang membatasi jarak pandang dan berpotensi mengganggu kesehatan.
"Kebakaran yang sempat terjadi Sabtu (22/8) dan Minggu (23/8) menyebabkan kabut asap menyelimuti Biak," kata AKBP Arjuna Wijaya di Biak, Kamis.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Pengawasan terhadap lahan dan hutan di sekitar permukiman diminta dioptimalkan guna mencegah meluasnya titik api.
"Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran," ujar Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya.
Polres Biak Numfor juga mengingatkan warga mengenai konsekuensi hukum bagi pihak yang melakukan pembakaran. Perbuatan tersebut dapat dikenakan sanksi karena mengakibatkan pencemaran atau kerusakan lingkungan.
Ketentuan hukum ini menjadi dasar bagi aparat untuk menindak tegas pelaku pembakaran yang disengaja. Sosialisasi aturan ini dinilai penting sebagai efek jera sekaligus edukasi bagi masyarakat.
Upaya pencegahan karhutla ini tidak bisa berjalan sendiri, sehingga Polres Biak Numfor terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait. Kerja sama semua pihak dinilai menjadi kunci dalam menjaga keamanan lingkungan dari potensi bencana asap.
Dengan kondisi cuaca yang masih kering, kewaspadaan dan kerja sama tersebut menjadi krusial untuk memastikan wilayah Biak terbebas dari kebakaran susulan.