PAPUA — Bali, 30 Agustus 2026 — Operating company Telkom Indonesia, PT Telin, resmi mengunci empat kerja sama baru di ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Kesepakatan ini bukan sekadar seremoni; ada tambahan infrastruktur nyata yang bakal terasa dampaknya bagi lalu lintas data internasional.
Angka yang paling menonjol adalah tambahan 1,4 Tbps kapasitas konektivitas dari PEACE Cable International Network. Ini bukan kapasitas kecil—jumlah itu cukup untuk menopang lonjakan trafik data di jalur strategis yang menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa.
Kerja sama dengan PEACE Cable mencakup pengadaan dark spectrum resources pada rute yang melewati Mesir dan Prancis. Kapasitas end-to-end ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antar-negara di dua titik penting tersebut, yang selama ini menjadi gerbang utama lalu lintas data antar-benua.
Bagi pengguna di Indonesia, dampaknya memang tidak langsung terasa di ping. Namun, penambahan rute ini berarti latensi dan stabilitas koneksi ke server Eropa dan Afrika berpotensi membaik secara signifikan, terutama untuk layanan cloud dan data center.
Selain infrastruktur fisik, Telin juga menandatangani Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto bersama TM Forum. Langkah ini lebih ke arah standarisasi sistem, yang membuat integrasi antar-platform jadi lebih sederhana dan cepat.
"Kami di Telin, membangun kapabilitas global bukan lagi soal memperluas jaringan, tetapi juga bagaimana kami dapat menghubungkan berbagai teknologi, platform, dan pemain di dalam ekosistem," ujar CEO Telin Abdul Rahman Ansyori dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).
Chief of Product Telin Azmal Yahya menambahkan bahwa adopsi ODA dan Open APIs adalah langkah penting dalam transformasi digital perusahaan. Sementara itu, CTO TM Forum George Glass menilai komitmen Telin terhadap standar terbuka ini mempercepat inovasi dan membuka peluang kolaborasi baru di ekosistem global.
Dua MoU lainnya dijalin dengan SM+ dan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI). Kolaborasi dengan SM+ berfokus pada integrasi jaringan konektivitas dengan solusi data center colocation. Ini sinyal bahwa Telin tidak hanya menjual bandwidth, tetapi juga ekosistem lengkap untuk kebutuhan server.
Sementara itu, kemitraan dengan GTI diarahkan untuk mengeksplorasi kapasitas fiber pair pada sistem kabel bawah laut BSCS. Langkah ini mempertegas komitmen TelkomGroup dalam menjawab lonjakan kebutuhan infrastruktur digital internasional secara komprehensif.
Dengan rangkaian kolaborasi ini, Telin memperkuat posisinya sebagai pemain kunci infrastruktur digital global, bukan sekadar operator telekomunikasi regional.