PAPUA — CHARISMA — singkatan dari Character and Human Integrity Strengthening Through Mentorship & Action — lahir dari pemetaan sosial yang dilakukan PMEP di sekolah binaan. Hasilnya, penguatan pendidikan karakter di kelas menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang menempuh pendidikan di negeri jiran.
Dhaneswari Retnowardhani, Manager Relations PMEP, mengungkapkan bahwa program ini dirancang setelah timnya melihat langsung kebutuhan guru di sekolah binaan. “Dari pemetaan sosial tersebut, kami melihat adanya kebutuhan untuk memperkuat pendidikan karakter di kelas,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (31/8).
Ia menambahkan, pihaknya berinisiatif menggandeng Ruangguru sebagai mitra yang kompeten. “Kami berharap dapat mengasah dan meningkatkan kemampuan pedagogis guru dalam merancang, memantau, dan mendokumentasikan pembelajaran karakter secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pelatihan bagi sepuluh guru yang mengajar di Sanggar Bimbingan ini mencakup tiga topik utama: perencanaan pembelajaran karakter yang bermakna, pengembangan media dan aktivitas pembelajaran karakter, serta asesmen, monitoring, dan pelaporan perkembangan karakter murid.
Seluruh materi pelatihan diawasi langsung oleh Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia – Kuala Lumpur. Target akhirnya bukan sekadar peningkatan kompetensi guru, melainkan terbentuknya ekosistem belajar yang reflektif, inklusif, dan berkelanjutan di sekolah binaan.
Salah satu peserta, Yanti Surati, tenaga pendidik di Sanggar Bimbingan Gumut, mengaku pelatihan ini memberi perspektif baru. “Kegiatan ini sangat positif, dengan peningkatan kapasitas dan metode yang diberikan, memberikan kami spektrum yang lebih luas dan efektif dalam meningkatkan kepercayaan dan karakter siswa kami,” katanya. Ia berharap program ini terus dikembangkan agar selaras dengan kebutuhan siswa.
Di sisi lain, Purnama Palupessy, Trainer Ruangguru, menyebut kegiatan ini sebagai kesempatan berharga untuk berbagi metode pembelajaran karakter yang aplikatif dan adaptif. “Kami berkomitmen untuk mendampingi guru-guru dalam berbagi metode pembelajaran karakter di kelas mereka,” imbuhnya.
Melalui CHARISMA, PMEP menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kapasitas guru yang berdampak langsung pada pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia. Kolaborasi serupa diharapkan terus tumbuh demi masa depan pendidikan yang lebih baik, tidak hanya di Malaysia tetapi juga di sekolah binaan lainnya.