Gubernur Papua Mathius D Fakhiri meminta PT Bank Pembangunan Daerah Papua mempercepat transformasi digital perbankan hingga menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk daerah pegunungan, pesisir, dan perbatasan. Permintaan ini disampaikan Fakhiri di Jayapura, Minggu, seiring dengan tuntutan inovasi layanan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi yang cepat.
JAYAPURA — Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menegaskan bahwa percepatan digitalisasi Bank Papua tidak boleh berhenti di kota-kota besar saja. Masyarakat yang tinggal di kampung-kampung pedalaman, pesisir, hingga wilayah perbatasan harus memperoleh layanan perbankan yang berkualitas setara dengan masyarakat perkotaan.
“Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, pesisir, kepulauan, hingga perbatasan juga harus memperoleh layanan perbankan yang berkualitas,” kata Fakhiri di Jayapura, Minggu.
Menurut Fakhiri, transformasi digital tidak cukup hanya berorientasi pada kemudahan dan kecepatan transaksi. Penguatan keamanan sistem serta perlindungan data nasabah harus menjadi bagian penting dalam setiap pengembangan layanan digital perbankan.
“Transformasi digital tidak boleh hanya berorientasi pada kemudahan dan kecepatan transaksi. Aspek keamanan sistem serta perlindungan data nasabah harus menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan digital perbankan,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi layanan menjadi keniscayaan bagi Bank Papua untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berubah seiring kemajuan teknologi dan dinamika ekonomi.
Fakhiri menilai Bank Papua memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi di Tanah Papua. Sebagai bank pembangunan daerah, institusi ini tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga berperan memperluas akses ekonomi dan mendukung aktivitas masyarakat.
“Karena itu saya berharap transformasi digital Bank Papua dapat membantu membuka akses layanan keuangan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan perbankan,” tuturnya.
Selain digitalisasi, gubernur juga meminta Bank Papua meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan, dan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif. Penguatan transaksi non-tunai dan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai perlu terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebelumnya, Gubernur Mathius D Fakhiri menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Papua di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (29/8).