WNI Meninggal di Gunung Fuji, Pendaki Wajib Waspadai Risiko Jantung

Penulis: Sofyan Basri  •  Selasa, 01 September 2026 | 17:11:02 WIB
Pendaki WNI yang ditemukan tidak sadarkan diri di dekat Pos 7 jalur Yoshida dievakuasi ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

PAPUA — Gunung Fuji, destinasi pendakian paling ikonik di Jepang, kembali mengingatkan para pendaki akan bahaya ketinggian. Insiden terbaru menimpa seorang wisatawan asal Indonesia yang kehilangan nyawa di jalur populer Yoshida, Prefektur Yamanashi. Peristiwa ini menjadi alarm penting bagi siapa pun yang berencana menaklukkan puncak setinggi 3.776 meter tersebut.

Kronologi: Hilang Setelah Makan Siang, Ditemukan Tak Sadarkan Diri

Pendaki laki-laki asal Indonesia itu memulai pendakian dari Pos 5 Fuji-Yoshida pada Sabtu (29/8) pukul 11.00 waktu setempat. Ia bergabung dalam tur rombongan yang dipimpin pemandu profesional.

Setelah sesi makan siang, korban tidak muncul di titik pertemuan yang disepakati. Tur tetap berjalan, sementara keberadaannya tak diketahui hingga sore hari.

Baru sekitar pukul 17.00, beberapa pendaki lain menemukan korban tergeletak telungkup di dekat Pos 7. Proses evakuasi berlangsung cepat: ia dibawa turun ke Pos 5, lalu dirujuk ke rumah sakit Kota Fujikawaguchiko. Namun nyawanya tak tertolong.

Dugaan Gangguan Jantung: Faktor Yang Sering Diabaikan Pendaki

Kepolisian Fuji-Yoshida di Prefektur Yamanashi menduga pria tersebut meninggal akibat masalah kesehatan yang berkaitan dengan jantung. Detail insiden diungkap ke publik pada Minggu (30/8), seperti dilansir NHK.

Gangguan jantung memang menjadi salah satu risiko utama pendakian gunung tinggi. Perubahan tekanan udara, kelelahan ekstrem, dan dehidrasi bisa memicu kondisi kardiovaskular, terutama jika pendaki tidak melakukan persiapan fisik yang matang. Pada ketinggian di atas 2.500 meter, tubuh bekerja lebih keras memompa oksigen, sehingga denyut jantung meningkat signifikan.

Tips Aman Mendaki Gunung Fuji: Jangan Sepelekan Kesiapan Fisik

Bagi traveler yang mendaki Gunung Fuji, langkah-langkah berikut penting diperhatikan:

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum berangkat, terutama jika memiliki riwayat jantung, tekanan darah tinggi, atau asma.
  • Pilih tur pendakian yang memiliki prosedur keselamatan jelas dan pemandu bersertifikat.
  • Jangan ragu memberi tahu pemandu jika merasa lemas, nyeri dada, atau sesak napas di tengah jalur.
  • Kenali titik pos istirahat dari Pos 5 hingga Pos 10, dan atur ritme napas dengan langkah pelan.
  • Bawa air minum serta minuman elektrolit, dan kenakan pakaian layering karena suhu turun drastis di malam hari.
  • Pastikan asuransi perjalanan mencakup evakuasi darurat dan perawatan medis di Jepang.

Dengan persiapan yang benar, Gunung Fuji tetap menjadi pengalaman mendaki yang aman dan berkesan. Namun insiden ini menegaskan bahwa kondisi tubuh adalah penentu utama. Jika tidak prima, menunda pendakian adalah keputusan paling bijak.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top