Stella Misiro Dorong Keterlibatan DPRP Jalur Pengangkatan dan Tokoh Adat dalam Pra-Musrenbang Otsus 2027 di Sorong

Penulis: Sofyan Basri  •  Rabu, 02 September 2026 | 15:01:31 WIB
Stella Misiro menyampaikan usulan keterlibatan DPRP jalur pengangkatan dalam Pra-Musrenbang Otsus 2027 di sela PAPEDA Summit 2026 di Sorong.

SORONG — Stella T.U. Misiro, Anggota DPRP Papua Tengah jalur pengangkatan, mengusulkan agar DPRP jalur pengangkatan dilibatkan langsung dalam proses Pra-Musrenbang Otsus yang direncanakan Bappenas mulai 2027. Usulan itu ia sampaikan di sela PAPEDA Summit 2026 yang berlangsung di Sorong, Papua Barat Daya, dengan tema "6 Provinsi, Satu Masa Depan".

Menurut Stella, forum ini jadi momentum bagi para pemimpin di Tanah Papua Raya untuk menyamakan arah pembangunan. Ia berharap agenda serupa bisa digelar rutin setiap tahun.

DPRP Jalur Pengangkatan Diusulkan Masuk Perencanaan 2027

Stella menyambut baik rencana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas yang mulai menyusun Pra-Musrenbang Otsus pada 2027. Namun ia mengingatkan agar proses perencanaan memberi ruang yang cukup bagi representasi masyarakat adat, bukan hanya diisi oleh jalur politik semata.

"Harapan saya, mulai tahun 2027 DPRP jalur pengangkatan di Papua Tengah dapat dilibatkan sebagai representasi masyarakat adat. Tidak hanya DPR jalur pengangkatan, tetapi juga perlu ada keterwakilan tokoh adat, pemuda, agama dan perempuan," tegas Stella.

Ia menilai keterlibatan berbagai unsur akan memperkaya perspektif kebijakan. Setiap kelompok punya kebutuhan berbeda yang harus mendapat ruang proporsional dalam dokumen perencanaan.

Masyarakat Adat Jangan Hanya Jadi Objek Pembangunan

Pembangunan dari dana Otsus dinilai tidak boleh berhenti pada proyek fisik dan pertumbuhan ekonomi. Stella menegaskan aspek perlindungan hak masyarakat adat harus ikut menjadi prioritas dalam perencanaan.

"Masyarakat adat jangan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi bagian penting dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan," ungkapnya.

Ia berharap semangat PAPEDA Summit 2026 memastikan pembangunan di Tanah Papua tidak hanya bicara soal pertumbuhan, tetapi juga keadilan, representasi, dan perlindungan hak masyarakat adat.

Enam Provinsi Satu Tujuan

Tema "6 Provinsi, Satu Masa Depan" dinilai strategis oleh Stella, terutama setelah terbentuknya enam provinsi di Tanah Papua. Ia mengingatkan pembangunan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri antardaerah.

"Enam provinsi boleh punya karakteristik masing-masing, tetapi kita harus punya satu semangat dan satu tujuan untuk masa depan Tanah Papua yang lebih baik," kata Stella.

Menurutnya, penguatan koordinasi antarprovinsi menjadi kunci agar pembangunan benar-benar berpihak pada masyarakat Papua. Stella berharap PAPEDA Summit 2026 menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa ditindaklanjuti bersama para pemangku kepentingan.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: topbnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top