ID FOOD Kirim Perdana 40 Ton Karkas Ayam Layer ke Makassar dan Papua, Kebutuhan 150 Ton per Bulan

Penulis: Udin Syamsul  •  Rabu, 02 September 2026 | 15:03:01 WIB
ID FOOD mengirim perdana 40 ton karkas ayam layer beku dari Jawa Timur ke Makassar dan Papua.

SIDOARJOID FOOD, BUMN holding pangan, mengirim perdana 40 ton karkas ayam layer beku dari Jawa Timur ke Makassar dan Papua. Pengiriman ini bagian dari skema kerja sama offtake dengan koperasi peternak setempat untuk mempertemukan produksi dengan kebutuhan pasar secara lebih terarah. Potensi permintaan di dua wilayah tujuan diperkirakan mencapai 150 ton per bulan.

Solusi untuk Peternak Ayam Petelur Afkir

Ayam layer yang dikirim merupakan ayam petelur yang telah melewati masa produksi atau afkir. Pada periode tertentu, komoditas ini kerap mengalami tekanan harga karena terbatasnya penyerapan di pasar domestik. Kehadiran ID FOOD sebagai off-taker diharapkan menjadi jalan keluar bagi peternak agar produknya tetap terserap dengan harga layak.

Ketua Koperasi PPRN, Rofi, menyebut penyerapan ini menjadi solusi nyata bagi anggotanya. "Ayam afkir bisa terserap dengan harga di atas harga pasar," ujarnya.

Melibatkan Enam Koperasi Peternak dari Blitar dan Kediri

Untuk merealisasikan pengiriman perdana ini, ID FOOD menggandeng sejumlah koperasi peternak. Mereka adalah Koperasi PPN Blitar, Kartini Blitar, Putra Blitar, PPRN Blitar, Berkah Telur Blitar, dan Seribu Rejeki Kediri.

Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, mengatakan pengiriman tahap awal ini menjadi uji coba untuk membangun rantai distribusi yang stabil. "Ini menjadi awal untuk membangun skema perdagangan yang dapat mempertemukan produksi peternak dengan kebutuhan pasar secara lebih terarah," kata Dwi.

Peluang Pengembangan Volume Pengiriman

ID FOOD menyatakan akan mengevaluasi hasil pengiriman perdana ini sebelum meningkatkan volume pengiriman ke depan. Evaluasi mencakup kualitas produk, ketepatan distribusi, hingga penerimaan pasar di Makassar dan Papua.

"Tentu terbuka ruang untuk pengembangan volume. Secara bertahap peternak akan memiliki akses pasar yang lebih luas dan secara bersamaan kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi secara konsisten," ucap Dwi.

Kementan Dorong Distribusi Rutin

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, berharap pengiriman ini tidak berhenti sebagai proyek percontohan. Ia mendorong agar distribusi karkas ayam ke wilayah timur Indonesia berkelanjutan dan menjadi agenda rutin.

"Ini merupakan langkah awal dan ke depannya diharapkan menjadi regular. Kerja sama antar koperasi diperlukan agar harga tidak dikendalikan oleh tengkulak," jelasnya.

Menurut Makmun, kolaborasi antarkoperasi juga penting untuk memperkuat posisi tawar peternak menghadapi rantai pasok nasional. Dengan skema yang terstruktur, peternak tidak lagi bergantung pada pedagang perantara yang kerap menentukan harga sepihak.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top