PAPUA — Perdagangan bocoran komponen Apple tidak pernah berhenti. Terbaru, akun Weibo "White rice fried white rice" mengunggah foto yang diklaim sebagai die chipset A20 Pro, seperti dikutip Tom's Guide. Desain chip ini rencananya dipakai di iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Ultra yang disebut bakal meluncur pada acara Apple bulan September.
Jika bocoran ini benar, A20 Pro dibangun di atas proses 2nm TSMC — turunan dari 3nm yang dipakai A19 Pro. Proses yang lebih kecil biasanya membawa efisiensi lebih tinggi dan memungkinkan lebih banyak transitor dalam ukuran fisik yang sama.
Spesifikasi yang disebut dalam bocoran:
Yang menarik, bocoran tidak menyertakan label blok NPU dan ISP. Kedua bagian ini biasanya paling banyak menyita ruang. Posisi CPU yang bergeser dibanding A19 Pro diduga karena area NPU diperbesar untuk menangani fitur AI generatif.
Satu core GPU tambahan tidak akan terlihat saat sekadar scroll media sosial, tetapi jelas terasa ketika menjalankan game berat seperti Genshin Impact, editing video, atau rendering 3D. Cache L2 yang lebih lega di core efisiensi juga mengurangi ketergantungan pada RAM saat aktivitas ringan, yang biasanya berdampak positif pada daya tahan baterai.
Memori LPDDR5X 96-bit memberikan bandwidth lebih besar, membuat multitasking antar aplikasi besar terasa lebih mulus. Namun perlu diingat, Apple tidak pernah mengejar skor mentah di benchmark. Fokusnya efisiensi per watt. Skor tinggi tidak otomatis berarti pengalaman paling cepat di dunia nyata.
Di kubu Android, Samsung Galaxy S26 Ultra dan Galaxy Z Fold 8 yang memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 terbukti lebih kencang dari iPhone 17 Pro Max (A19 Pro) dalam pengujian internal Tom's Guide. Hasil 3DMark Solar Bay Unlimited:
Selisihnya tidak jomplang — hanya beberapa persen. Dengan GPU 7-core dan cache yang lebih besar, wajar jika iPhone 18 Pro Max dan iPhone Ultra bisa melampaui angka tersebut. Tapi ini baru proyeksi dari bocoran, bukan hasil uji produk jadi.
Seluruh informasi ini belum dikonfirmasi Apple. Foto die bisa saja keliru atau salah interpretasi, dan arsitektur final bisa berbeda. Ada dua hal lain yang lebih relevan untuk konsumen Indonesia.
Pertama, panas. GPU dengan satu core tambahan bakal memakan daya lebih besar saat dipaksa bekerja penuh. Proses 2nm membantu efisiensi, tetapi perilaku thermal tidak bisa dinilai sebelum produk rilis. Kedua, peningkatan ini tidak akan terasa jika kamu pemakai ringan. Aktivitas sebatas chat, browsing, dan foto biasa tidak akan menunjukkan perbedaan besar antara A19 Pro dan A20 Pro.
Harga untuk pasar Indonesia juga belum bisa dibahas sebelum Apple mengumumkan spesifikasi resmi. Untuk pengguna iPhone 15 atau lebih lama yang mengincar ponsel kelas atas baru, bocoran ini setidaknya memberi gambaran bahwa chip di iPhone termahal nanti akan jauh lebih cepat. Sabar hingga acara pengumuman resmi.