PAPUA — Perbandingan ini bukan sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Untuk kelas harga Rp68–80 juta, setiap komponen yang dipilih pabrikan punya konsekuensi langsung pada pengalaman harian. Vivo X300 E mencoba menjadi "kamera yang bisa menelepon", sedangkan OnePlus 15 tampil sebagai "senter performa" untuk tugas berat.
OnePlus 15 jelas unggul di sektor ini. Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang diusungnya adalah generasi terbaru dari lini tertinggi Qualcomm, berbeda dengan Snapdragon 8 Gen 5 di Vivo X300 E yang merupakan chipset flagship tahun sebelumnya. Perbedaan ini langsung terasa pada konsistensi frame rate saat gaming berat atau rendering video 4K.
RAM 16 GB dan storage hingga 1 TB membuat OnePlus 15 lebih tahan lama untuk multitasking berat. Vivo X300 E dengan RAM 12 GB dan storage 512 GB sebenarnya sudah sangat mumpuni untuk kebutuhan harian, tapi akan lebih cepat terasa penuh jika kamu sering menyimpan video beresolusi tinggi atau bermain game dengan aset besar.
Panel LTPO AMOLED 165Hz pada OnePlus 15 bukan cuma lebih tinggi refresh rate-nya. Dukungan Dolby Vision dan berbagai format HDR membuatnya menjadi panggung yang lebih baik untuk menonton film dari layanan streaming. Scroll media sosial juga akan terasa lebih mulus dibanding AMOLED 144Hz milik Vivo.
Buat yang hobi menonton atau bermain game kompetitif, keunggulan ini sulit ditawar. Namun, perlu diingat perbedaan 21Hz ini mungkin tidak terlalu signifikan bagi pengguna awam yang tidak sensitif terhadap pergerakan halus.
Ini medan tempur yang paling menarik. Vivo X300 E mengandalkan optik Zeiss untuk kamera utama 50 MP dan periskop 50 MP dengan zoom optik 3x. Bagi penggemar fotografi, karakter warna khas Zeiss biasanya menghasilkan foto yang lebih hidup dan natural. Namun, sensor ultrawide 8 MP adalah kelemahan nyata di kelas harga ini.
OnePlus 15 merespons dengan kamera ultrawide 50 MP yang jauh lebih serius, lengkap dengan autofocus. Zoom optiknya juga lebih jauh di 3,5x. Soal video, OnePlus 15 menang telak berkat dukungan perekaman 8K dan 4K 120fps. Vivo X300 E hanya mampu merekam 4K standar, yang cukup mengecewakan untuk ponsel sekelasnya.
Untuk selfie, Vivo membalas dengan kamera depan 50 MP yang mampu merekam 4K, mengungguli sensor 32 MP milik OnePlus. Pilihan di sini kembali ke kebutuhan: fotografi serius atau produksi video mobile.
Vivo X300 E dibekali baterai silikon-karbon 7.200 mAh yang lebih dari cukup untuk pemakaian sehari penuh. Pengisian 90W memang cepat, tapi OnePlus 15 melangkah lebih jauh dengan 120W dan wireless charging 50W.
Fitur bypass charging di OnePlus 15 juga menjadi nilai plus besar bagi gamer—kamu bisa bermain sambil mengisi daya tanpa membuat baterai cepat panas dan rusak. Jika mobilitasmu tinggi dan butuh "top-up" cepat sebelum berangkat, OnePlus 15 adalah pilihan yang lebih rasional.
Keputusan akhir kembali ke prioritasmu. Vivo X300 E adalah pilihan tepat jika kamu adalah penggemar fotografi yang menginginkan hasil gambar khas Zeiss dan baterai super awet tanpa harus membayar mahal. Namun, kamu harus siap menerima kompromi pada kamera ultrawide dan kemampuan video yang terbatas.
Di sisi lain, OnePlus 15 layak dipertimbangkan jika kamu adalah gamer atau content creator yang membutuhkan performa puncak, layar terbaik, dan fleksibilitas pengisian daya. Selisih Rp11,8 juta terbayar oleh peningkatan signifikan di sektor performa, layar, dan sistem kamera belakang yang lebih seimbang.
Verdict: OnePlus 15 untuk mereka yang menuntut performa tanpa kompromi, Vivo X300 E untuk mereka yang mengutamakan hasil foto dan daya tahan baterai.