PAPUA — Di tengah ketidakpastian global itu, pasar domestik hari ini akan fokus mencermati pengumuman posisi cadangan devisa Indonesia untuk periode Agustus 2026. Data ini menjadi indikator penting ketahanan eksternal ekonomi nasional di tengah gejolak nilai tukar dan perang dagang.
Meski ada risiko dari ketegangan AS-Iran, investor asing justru tercatat masih agresif mengakumulasi saham di bursa Tanah Air sepanjang pekan lalu. Data menunjukkan aksi beli bersih atau net buy asing mencapai sekitar Rp 1,6 triliun.
Masuknya dana asing tersebut menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi domestik masih menarik di mata investor global. Namun, kekhawatiran meluasnya konflik di Timur Tengah bisa sewaktu-waktu membalikkan sentimen ini.
Rilis data cadangan devisa siang ini akan menjadi ujian pertama bagi ketahanan pasar keuangan Indonesia pekan ini. Pelaku pasar membandingkan angka terbaru dengan posisi bulan sebelumnya untuk mengukur kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.
Angka cadangan devisa yang solid di atas ekspektasi dapat memberikan angin segar bagi IHSG untuk berbalik menguat. Sebaliknya, penurunan signifikan berisiko memperberat tekanan jual yang sudah mengintai akibat faktor eksternal.
Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini akan sangat ditentukan oleh perkembangan berita terbaru mengenai situasi AS-Iran. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia sebagai indikasi awal arah pasar.
Investasi mengandung risiko.