MIMIKA — Sesosok jenazah karyawan PT Freeport Indonesia ditemukan di dalam rumah kontrakannya di kawasan SP3, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Korban berinisial F.F.A (30) ditemukan dalam posisi terbaring di atas kasur dengan kondisi darah kering di sekitar mata kanan dan kapas pada hidungnya.
Penemuan bermula saat O.Y.A bersama istrinya mendatangi rumah korban pada Selasa pagi. Sebelumnya, mereka mendapat informasi bahwa sepupu korban telah beberapa kali mencoba menghubungi F.F.A sejak Senin (7/9/2026) malam, namun tidak mendapat respons.
O.Y.A tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIT. Setelah mengetuk pintu dan memanggil nama korban tanpa jawaban, ia mengintip melalui jendela dan melihat kaki sesosok orang di dalam ruangan.
Menunggu selama 15 menit, O.Y.A bersama istrinya akhirnya membuka paksa pintu dapur untuk masuk. Di ruang tamu, mereka menemukan korban sudah tidak bernapas di atas kasur.
Temuan itu segera dilaporkan kepada petugas keamanan perumahan yang kemudian meneruskan informasi ke kepolisian sektor Kuala Kencana.
Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard bersama personel Reskrim, Inafis Polres Mimika, dan Unit Intel langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 09.05 WIT. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang terlihat secara kasatmata pada tubuh korban.
Saksi lain, M.R.O.A, menyebut terakhir melihat korban pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIT saat mengendarai sepeda motor masuk ke rumah. Ia menuturkan korban tinggal seorang diri dan tidak pernah mendengar keributan dari rumah korban.
Lampu rumah korban masih menyala pada Minggu malam, tetapi padam pada Senin malam. Keterangan ini menjadi salah satu bahan penyelidikan untuk memperkirakan waktu kejadian.
Tim Inafis Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan jejak dan informasi. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Mimika untuk pemeriksaan medis dan visum luar.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat sakit. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut yang dilakukan tim dokter.
Pihak keluarga berencana membawa jenazah korban ke Jayapura pada Rabu (9/9/2026) untuk proses selanjutnya. Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian untuk memastikan penyebab kematian korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya respons cepat ketika seseorang yang tinggal sendiri tiba-tiba tidak dapat dihubungi dalam beberapa hari.