Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua menyebut potensi gurita dari Bumi Cenderawasih mulai dilirik investor Jepang. Pertemuan dengan calon investor berlangsung di Kabupaten Biak Numfor dan Kota Jayapura pada Rabu (2/9), membuka peluang kembalinya ekspor hasil laut Papua ke pasar internasional.
JAYAPURA — Potensi gurita Papua yang selama ini belum tergarap maksimal mulai mendapat perhatian serius dari investor Jepang. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua menggelar pertemuan dengan calon investor di Kabupaten Biak Numfor dan Kota Jayapura pada Rabu (2/9), sebagai langkah awal membuka kembali jalur ekspor komoditas kelautan daerah.
Kepala DKP Provinsi Papua Iman Djuniawal mengatakan kunjungan tersebut merupakan rangkaian monitoring bersama investor asal Jepang, Kenji Kuzunoki, serta akademisi sekaligus mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Ia menilai momen ini menjadi momentum penting untuk mengangkat gurita sebagai komoditas unggulan baru yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah.
“Pada Rabu (2/9) kami melakukan pertemuan dengan investor Jepang di Kabupaten Biak Numfor dan Kota Jayapura di mana ini merupakan potensi besar untuk Papua kembali melakukan ekspor hasil dari sektor kelautan,” katanya di Jayapura, Selasa.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tim melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi strategis, seperti Pasar Hamadi di Jayapura dan Pasar Bosnik di Biak Numfor. Hasil pengamatan menunjukkan aktivitas penangkapan gurita oleh masyarakat sudah berjalan, namun masih memerlukan penguatan pada aspek penanganan, pengelompokan, dan pemasaran.
Iman menilai perlu ada integrasi sistem dari hulu ke hilir, mencakup proses penangkapan, pengumpulan, hingga distribusi dengan menjaga kualitas melalui sistem rantai dingin. Upaya ini akan dikoordinasikan melalui kelompok nelayan yang telah terbentuk di masing-masing daerah.
Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy Carter Rumbarar Kapissa menyambut baik kehadiran investor Jepang tersebut. Ia berharap kerja sama ini menjadi awal pengembangan industri perikanan berbasis hilirisasi di wilayahnya.
“Selama ini hasil laut Biak masih banyak dikirim keluar daerah tanpa pengolahan maksimal. Dengan adanya investasi, diharapkan tercipta nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan tradisional,” ujarnya.
Menurut Jimmy, selama ini hasil laut Biak kerap dikirim keluar daerah tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Kehadiran investor diharapkan mampu memutus rantai tersebut sehingga nelayan tradisional merasakan langsung dampak ekonominya.