PAPUA — Josh Webber duduk di kursi sutradara sekaligus penulis naskah. Proyek ini diproduksi Webber Films bersama Ferrari Films, dan kini sedang ditawarkan ke para pembeli internasional di ajang TIFF.
Cameron memerankan Cassi, seorang pelayan di restoran kecil. Hidupnya berubah ke arah berbahaya setelah menjalin hubungan dengan Isaac, pemuda pemakaman yang tertutup, diperankan Mitte.
Hubungan mereka berkembang menjadi obsesi yang berujung pada pembunuhan. Tekanan dari penyidik memaksa Isaac menghadapi pertanyaan seberapa jauh ia mau melangkah demi Cassi.
Deretan pemain pendukung diisi Casper Van Dien, Robert Lasardo, dan Bastiano Ferrai.
Film ini sebenarnya sudah selesai lebih dulu dan pernah dirilis di Jerman pada 2024 dengan judul Love Me Dead. Setelah itu, tim produksi melakukan pengambilan ulang adegan dan menambah beberapa pemain untuk versi rilis dunia.
Rilis globalnya dijadwalkan pada akhir 2025 atau 2027. Rentang waktu yang lebar ini menunjukkan masih ada tahap penyelesaian dan penjualan wilayah yang harus dilalui sebelum film sampai ke bioskop atau platform streaming.
Webber memproduseri bersama Bastiano Ferrari, Mailene Carmona, Robert Robinson, dan Susan Prinz. Sejumlah nama tercatat sebagai co-producer, termasuk James Cullen Bressack, Alex Altman, Rene Lacad, Sean Barry, Rock Jacobs, Kevin Boston, dan Douglas Fine.
Di jajaran executive producer ada Latif Abid, Mo Punjani, Mario Azevedo, Hans Gerst, Stacy Kemp Ferrari, dan Silvija Bayrooti.
Webber menyebut kemitraan dengan VMI Worldwide sebagai langkah penting untuk membawa Cassi ke penonton dunia. Ia menilai pemahaman VMI soal pasar domestik dan internasional membuat mereka jadi partner yang tepat.
Jessica Russo, COO Acquisitions and Productions VMI Worldwide, menyebut Cassi sebagai film yang mengeksplorasi tema cinta, horor, dan obsesi. Menurutnya, atmosfer mencekam film ini sengaja dibangun untuk membekas di penonton.
Kombinasi nama Cameron dan Mitte memberi daya tarik tersendiri bagi pembeli di pasar TIFF. Cameron punya basis penggemar dari proyek Disney, sementara Mitte dikenal lewat salah satu serial paling berpengaruh di era streaming awal.