PAPUA — Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut pergerakan IHSG kemarin masih membentuk struktur bullish setelah berhasil rebound dari "wave (iv)" dengan pola dragonfly doji candle. Sinyal teknikal itu menjadi dasar proyeksi rebound, meski sejumlah indikator momentum masih menunjukkan tekanan jual.
Berdasarkan indikator, MA20 dan MA60 berada dalam kondisi bullish crossover. Namun Stochastics K_D dan RSI justru menunjukkan sinyal negatif. Satu hal yang menonjol: volume perdagangan mulai mengalami penaikan.
"Berdasarkan indikator, MA20&60 berada dalam kondisi bullish crossover, sementara Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal negatif. Namun demikian, volume mulai mengalami penaikan," ujar Nafan dalam risetnya, Selasa (15/9/2026).
Untuk perdagangan hari ini, Nafan memprediksi IHSG bergerak variatif dengan peluang rebound. Level support ditetapkan di 6.453 dan 6.353, sementara resistance berada di 6.552 dan 6.695.
Nafan mengimbau investor memperhatikan tiga variabel utama yang menentukan arah IHSG jangka pendek:
"Apabila eskalasi geopolitik mulai mereda sehingga harga minyak turun dan yield global kembali stabil, bahkan fundamental domestik mampu memberikan penyangga, maka tekanan terhadap IHSG berpeluang mereda," jelasnya.
Dari sisi domestik, Nafan menilai respons awal pasar terhadap pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan cenderung positif. Sifatnya masih jangka pendek dan belum sepenuhnya menghapus ketidakpastian.
Rebound IHSG setelah koreksi cukup dalam dibaca sebagai sinyal bahwa pelaku pasar melihat pergantian tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas dan memulihkan kepercayaan terhadap kebijakan fiskal. Suahasil merupakan figur teknokrat yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dengan pengalaman panjang di Kementerian Keuangan.
Pasar kini mencermati sejauh mana Menkeu baru mampu menjaga kredibilitas APBN, disiplin fiskal, stabilitas rupiah, serta konsistensi komunikasi kebijakan. Respons positif kemarin disebut sebagai early signal, belum konfirmasi terbentuknya tren bullish berkelanjutan.
"Oleh karena itu, respons positif market pada saat itu lebih tepat dipandang sebagai early signal dan belum dapat menjadi konfirmasi terbentuknya tren struktur bullish IHSG secara berkelanjutan," ungkap Nafan.
Terkait pasar modal, Suahasil diharapkan mendorong proses demutualisasi BEI secara transparan, prudent, dan tetap menjaga independensi serta tata kelola bursa. Nafan menilai demutualisasi sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai perubahan struktur kepemilikan.
Momentum itu, menurutnya, harus memperkuat governance, meningkatkan daya saing BEI, memperdalam pasar modal, memperkuat perlindungan investor, serta meningkatkan daya tarik Indonesia bagi investor domestik maupun asing.
"Keterlibatan pemerintah dalam struktur kepemilikan juga perlu diimbangi dengan mekanisme governance yang kuat agar tidak menimbulkan konflik kepentingan dan tetap menjamin independensi BEI dalam fungsi operasional, perdagangan, pengawasan, serta penegakan aturan," terang Nafan.
Dari sisi global, pasar menghadapi kombinasi tekanan geopolitik, kenaikan harga minyak, dan perubahan ekspektasi suku bunga global. Pasar saham Asia kemarin melemah karena investor mengantisipasi konsekuensi lonjakan harga energi sekaligus kemungkinan pengetatan moneter lanjutan.
Bagi investor, kombinasi sentimen domestik yang membaik dan tekanan eksternal yang belum reda membuat ruang rebound IHSG terbuka, tetapi terbatas. Katalis positif jangka menengah baru muncul jika kepercayaan investor terhadap kesinambungan kebijakan fiskal dan koordinasi dengan Bank Indonesia terbukti lewat implementasi nyata. Investasi mengandung risiko.