PAPUA — Netflix mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.000 karyawan atau setara 6 persen dari total tenaga kerjanya, menjadikannya pemangkasan terbesar perusahaan sejak 2022. Langkah ini diambil saat raksasa streaming itu berupaya mereset bisnisnya di tengah tekanan agar pertumbuhan global kembali melaju.
Keputusan pemangkasan itu disampaikan langsung oleh dua CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, melalui memo internal kepada seluruh staf. Informasi ini pertama kali dilaporkan The Wall Street Journal dan dikonfirmasi sumber kepada The Hollywood Reporter.
Ini menjadi pemangkasan besar pertama Netflix setelah tiga tahun terakhir relatif menghindari PHK massal. Perusahaan tercatat hanya melakukan penyesuaian di tim-tim tertentu, dengan pemangkasan besar terakhir terjadi pada 2022.
Sarandos sebelumnya mengakui pertumbuhan Netflix tidak berjalan secepat yang diharapkan. Dalam ajang Bloomberg Screentime summit, ia menyatakan perusahaan sedang berupaya mempercepat laju pertumbuhan tersebut.
"Secara keseluruhan, kami tidak tumbuh secepat yang saya inginkan, dan kami sedang berupaya membuat pergerakan itu lebih cepat," ujar Sarandos.
Meski masih mencetak laba besar dan bertahan sebagai pemain terbesar di layanan streaming berlangganan, waktu tonton Netflix dilaporkan stagnan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena lini periklanan yang menjadi salah satu motor pertumbuhan perusahaan sangat bergantung pada tingginya keterlibatan penonton.
Pemangkasan ini menyusul langkah Netflix yang berupaya menjaga bisnis globalnya tetap tumbuh. Perusahaan disebut tengah melakukan reset operasional setelah periode ekspansi besar-besaran.
Netflix dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan kuartal ketiga pekan depan. Laporan tersebut akan menjadi indikator pertama bagaimana strategi efisiensi perusahaan berdampak pada bottom line mereka.
Bagi industri hiburan global, langkah Netflix ini menegaskan bahwa era pertumbuhan agresif layanan streaming mulai bergeser ke fase konsolidasi. Pemain lain di pasar streaming diperkirakan mencermati langkah ini sebagai sinyal arah industri ke depan.