MIMIKA — Sejumlah pemulung yang sedang mencari botol bekas di kawasan TPA melihat api menyala dalam ukuran kecil dan menyampaikannya kepada petugas keamanan yang berjaga. Laporan itu disebut tidak direspons, sehingga api sempat membesar sebelum petugas menghubungi BPBD untuk pemadaman.
Kebakaran baru bisa dikendalikan sekitar pukul 05.00 WIT. Dua jam kemudian, sekitar pukul 07.00 WIT, pengecekan ulang dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih menyala.
Jeffri menjelaskan kronologi bermula dari temuan pemulung di lokasi. Informasi awal soal api datang dari mereka, bukan dari sistem pemantauan petugas jaga.
"Pemulung-pemulung yang sedang mencari botol bekas di situ menyampaikan kepada security di TPA, tetapi tidak direspons. Setelah api semakin besar, baru mereka merespons dan memanggil BPBD," jelasnya saat dikonfirmasi Kamis (15/10/2026).
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak keamanan TPA soal alasan keterlambatan respons tersebut.
Jeffri memastikan fasilitas milik Dinas Lingkungan Hidup di kawasan TPA tidak terdampak kebakaran. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan setelah api dinyatakan padam sepenuhnya.
Meski begitu, tumpukan sampah di lokasi didominasi plastik. Kondisi itu menjadi perhatian tersendiri karena berpotensi menghasilkan asap berbahaya saat terbakar.
"Tempat pembuangan itu penuh dengan sampah, didominasi oleh sampah plastik. Kalau terbakar, asapnya lebih berbahaya karena berasal dari plastik dan bahan kimia," ungkapnya.
Pembakaran sampah plastik dikhawatirkan melepaskan zat kimia yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat di sekitar TPA Iwaka. Warga yang bermukim di radius dekat lokasi menjadi kelompok paling rentan terpapar.
DLH belum merinci langkah mitigasi lanjutan untuk mengurangi risiko serupa, termasuk pengelolaan tumpukan plastik yang terus menumpuk di kawasan tersebut.
Sumber api yang memicu kebakaran belum diketahui. DLH menyatakan belum melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebabnya.
"Belum diketahui sumber apinya. Laporan dari pemulung hanya menyampaikan bahwa ada api menyala ketika masih kecil. Kami belum melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api tersebut," tutupnya.
Sejauh ini, informasi yang diterima DLH masih bersumber dari laporan pemulung yang melihat api saat masih berukuran kecil.