PAPUA — Harga cabai rawit di tingkat nasional menembus Rp70 ribu per kilogram, jauh di atas rata-rata nasional Rp57 ribu per kg. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut penurunan produksi akibat faktor cuaca jadi pemicu utama. Di Pasar Gudang Tigaraksa, Tangerang, harga cabai rawit merah bahkan sudah menyentuh Rp85 ribu per kg.
Kementerian Perdagangan mencatat lonjakan harga cabai rawit terjadi di tengah penurunan hasil panen sejumlah daerah pemasok. Budi Santoso mengatakan faktor musim menjadi penyebab utama produksi cabai menurun belakangan ini.
"Cabai ini kan salah satu faktornya adalah faktor produksi, termasuk juga faktor musim. Pada musim tertentu, apalagi sekarang ini memang produksinya lagi turun," ujar Budi dalam doorstop, Kamis (8/10).
Harga di Pasar Tangerang Capai Rp85 Ribu per Kg
Pantauan di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, menunjukkan cabai rawit merah dijual Rp85 ribu per kg. Harga itu naik dari sebelumnya Rp60 ribu per kg.
Soleh, pedagang cabai di pasar tersebut, menyebut kenaikan terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kemarau berkepanjangan membuat musim tanam terganggu dan banyak tanaman mati.
"Ya karena ini kan kemarau, kayaknya musim tanam juga susah. Kadang tanamannya juga banyak yang mati," kata Soleh.
Sejumlah petani di wilayah Jawa Barat yang menjadi daerah pemasok cabai bahkan mengalami gagal panen. Kondisi itu memperparah kelangkaan pasokan di pasar induk dan pasar tradisional.
Pendapatan Pedagang Turun 30 Persen
Harga yang melambung tidak otomatis mengerek pendapatan pedagang. Soleh mengaku omzetnya turun sekitar 30 persen karena konsumen mengurangi volume pembelian.
Pembeli yang biasanya membeli satu kilogram cabai kini hanya sanggup membeli seperempat hingga setengah kilogram. Pola ini membuat perputaran dagang di tingkat pengecer ikut melambat.
Kementerian Perdagangan telah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk mendorong peningkatan produksi. Budi menyebut cuaca menjadi kendala utama yang membuat hasil panen sedikit menurun.
"Kami sudah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk terus meningkatkan produksinya karena memang cuaca yang membuat produksinya sedikit menurun," kata Budi.
Pemerintah Pantau Pasokan demi Jaga Stabilitas Harga
Budi menjelaskan pergerakan harga pangan dipengaruhi sejumlah faktor, terutama konsumsi dan produksi. Pemerintah terus memantau kondisi pasokan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
"Kalau kita lihat, kita sering sampaikan kenapa harga itu bisa naik turun, ada beberapa faktor, salah satunya adalah faktor konsumsi dan faktor produksi," ujarnya.
Bagi pelaku usaha kuliner dan rumah tangga, harga cabai di atas Rp70 ribu per kg menambah tekanan biaya bahan baku. Pedagang berharap pasokan dari daerah pemasok segera pulih agar harga kembali normal dalam beberapa pekan ke depan.