MAMBERAMO RAYA — Pertemuan berlangsung di kediaman Pablo Enghuarasit dan dihadiri Letda Inf. Marthen Elly selaku Perwira Seksi Intelijen Yonif TP 910/Aherfaiyona. Warga Kampung Burmeso turut hadir dalam acara yang digelar pada Selasa (27/10/2026) tersebut.
Bantuan sembako diserahkan secara simbolis oleh Kepala Suku Enghuarasit kepada warga setempat. Penyaluran bantuan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda.
Letda Inf. Marthen Elly menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum itu penting untuk menghidupkan kembali semangat persatuan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
"Nilai-nilai perjuangan para pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 perlu terus diwariskan kepada generasi penerus," kata Marthen dalam kegiatan tersebut.
Ia mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat umum di Mamberamo Raya menjaga persaudaraan. Lingkungan yang aman, damai, dan harmonis disebutnya sebagai prasyarat kehidupan bermasyarakat yang baik.
Marthen juga mengingatkan warga agar bijaksana menyikapi berbagai informasi yang berkembang, terutama isu dari luar Kabupaten Mamberamo Raya. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum pasti kebenarannya.
Komunikasi, persatuan, dan semangat kebersamaan disebutnya sebagai jalan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Keberagaman suku, agama, adat istiadat, dan budaya di Papua dinilainya sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga.
Pablo Enghuarasit menyampaikan terima kasih kepada jajaran Yonif TP 910/Aherfaiyona, khususnya Letda Inf. Marthen Elly, atas kunjungan dan keterlibatan dalam kegiatan bersama warga Kampung Burmeso. Kehadiran personel TNI melalui kegiatan sosial dinilainya mempererat hubungan kekeluargaan antara aparat dan masyarakat adat.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mamberamo Raya, khususnya warga adat Suku Enghuarasit, menjaga nilai persaudaraan dan menghormati perbedaan. Situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing disebutnya sebagai tanggung jawab bersama.
Pablo menekankan kedamaian dan keharmonisan hanya bisa dijaga melalui komunikasi yang baik, saling menghormati, dan semangat gotong royong. Warga juga diminta tidak mudah terprovokasi isu yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman maupun perpecahan.
Keterlibatan tokoh adat dinilai penting dalam menjaga keharmonisan sosial di Mamberamo Raya. Nilai adat dan kearifan lokal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Papua.
Kolaborasi melalui kegiatan sosial diharapkan tidak berhenti pada peringatan Sumpah Pemuda kali ini. Hubungan harmonis antara masyarakat adat dan TNI diharapkan terus terjalin, baik dalam menjaga keamanan lingkungan maupun melalui program yang memberi manfaat langsung bagi warga.