PT Pertamina EP dan sejumlah mitra kontraktor berhasil memacu produksi minyak hingga 14.000 barel per hari (bopd) dari 11 wilayah kerja di Papua per Mei 2026. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan energi nasional seiring langkah pemerintah mempercepat pengembangan lapangan baru dan optimalisasi sumur migas di wilayah timur Indonesia.
Papua kini memperkuat posisinya sebagai pilar energi nasional dengan kontribusi produksi gas bumi yang menembus angka 2.000 mmscfd. Sebelas wilayah kerja (WK) yang tersebar di Bumi Cendrawasih tersebut saat ini berada dalam berbagai tahapan operasional, mulai dari produksi aktif, pengembangan lapangan, hingga eksplorasi intensif.
Daftar Pengelola Blok Migas di Papua
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa operasional di wilayah strategis tersebut melibatkan sejumlah pemain besar industri hulu migas. Beberapa blok produksi saat ini dikelola oleh BP Berau, Petrogas Besin, Petrogas Island Limited, serta PT Pertamina EP.
Selain blok yang sudah menghasilkan, pemerintah tengah memacu pengembangan di beberapa area potensial lainnya. Daftar blok yang masuk dalam tahap pengembangan dan eksplorasi mencakup Genting Oil Kasuri, Bobara, Semai Tiga, hingga Blok Gaya.
"Kunci keberhasilan pembangunan itu berada di kekuatan sumber daya manusia di daerah maupun di pusat. Kolaborasi ini baik sekali dan bisa dijadikan benchmark untuk ke depannya dengan provinsi-provinsi yang lain," ujar Laode Sulaeman dalam keterangan resminya, Sabtu (9/5/2026).
Teknologi EOR dan Optimalisasi Sumur Idle
Guna mendongkrak volume lifting, pemerintah menerapkan strategi ganda melalui pengembangan lapangan baru dan revitalisasi sumur-sumur yang tidak lagi aktif (idle). Pemanfaatan teknologi canggih menjadi instrumen utama dalam mengejar target produksi nasional.
Beberapa metode teknis yang kini diakselerasi di lapangan migas Papua meliputi fracking, Enhanced Oil Recovery (EOR), hingga horizontal drilling. Langkah teknis ini diharapkan mampu memeras potensi minyak dari sumur lama secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Laode menekankan bahwa masa depan industri migas di Papua tidak hanya bergantung pada besarnya cadangan alam. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia lokal memegang peranan krusial dalam memastikan operasional hulu migas memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi daerah.
Update: Potongan Tarif Ojol Turun Jadi 8 Persen per Juni
Beralih ke sektor transportasi daring, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan segera merealisasikan penurunan potongan tarif ojek online (ojol). Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menargetkan kebijakan potongan maksimal 8 persen mulai berlaku pada Juni 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang merespons keluhan mitra pengemudi terkait potongan aplikator yang sebelumnya mencapai 20 persen. Aturan baru tersebut telah dipayungi oleh Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.
Afriansyah merencanakan pemanggilan pihak aplikator dalam waktu dekat untuk memastikan transisi tarif berjalan mulus. "Mudah-mudahan bulan Juni (sudah berjalan)," kata Afriansyah saat ditemui di Plaza BPJamsostek, Jumat (8/5/2026).