MIMIKA — Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus yang jatuh pada Kamis (14/5/2026) dimaknai bukan sekadar penutup perjalanan pelayanan di dunia. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua, Pendeta Klemens Tara, menyebut peristiwa ini sebagai penegasan janji keselamatan yang menghadirkan harapan kekal bagi umat manusia.
Pesan itu disampaikan Pdt Klemens dalam kanal YouTube resmi Kemenag Papua pada Rabu, 13 Mei 2026 malam. Ia mengucapkan selamat memperingati Hari Kenaikan kepada seluruh umat Kristiani, khususnya di Tanah Papua.
Makna Kenaikan: Kasih Tak Pernah Berakhir
Menurut Pdt Klemens, hari Kenaikan Yesus Kristus mengajarkan bahwa kasih tidak pernah berakhir, pengorbanan tidak pernah sia-sia, dan iman selalu memiliki tujuan mulia. Perayaan suci ini, lanjutnya, mengingatkan bahwa Kristus naik ke surga bukan untuk meninggalkan umat-Nya.
"Melainkan untuk meneguhkan hati setiap manusia agar tetap berjalan dalam terang kasih, hidup dalam kerendahan hati, serta menjadi pembawa damai di tengah dunia," tuturnya. Ia menambahkan bahwa penguatan iman serupa juga dialami para murid setelah kenaikan Yesus.
Iman Sejati Tak Cukup di Dalam Doa
Dalam kesempatan itu, Pdt Klemens mengajak umat untuk terus mengobarkan semangat pelayanan, mempererat persaudaraan, dan menjaga toleransi. Ia menekankan bahwa iman yang sejati tidak hanya tumbuh dalam doa, tetapi nyata melalui kepedulian, kejujuran, pengampunan, dan kasih kepada sesama serta alam.
"Di Tanah Papua yang diberkati Tuhan dengan keberagaman budaya dan kekayaan persaudaraan, peringatan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan antar umat beragama," terangnya.
Damai Kristus untuk Papua dan Bangsa
Pdt Klemens menutup pesannya dengan harapan agar damai Kristus senantiasa memenuhi hati seluruh umat. Ia berdoa agar perayaan ini menghadirkan penghiburan bagi yang lemah, kekuatan bagi yang sedang berjuang, serta pengharapan baru bagi masyarakat Papua dan bangsa Indonesia.
"Sebab kedamaian akan selalu tumbuh ketika kasih menjadi dasar dalam membangun kehidupan bersama," pungkasnya.