JAYAPURA — Ishmael Toroama, Presiden sekaligus Menteri Pertambangan Pemerintah Otonom Bougainville (ABG), angkat bicara soal maraknya promosi Forum Pembangunan Panguna. Dalam pernyataan resmi pada 15 Mei 2026, Toroama menegaskan forum yang diklaim sebagai bagian dari proyek pengembangan kembali tambang Panguna itu tidak sah.
“Saya tidak pernah meminta atau mengizinkan diadakannya proses Forum Sumber Daya Mineral,” kata Toroama, mengutip laporan RNZ Pasifik, Rabu (20/5/2026).
Promosi Daring yang Diklaim sebagai Forum Resmi
Promosi daring yang beredar menyebutkan Forum Pembangunan Panguna akan berlangsung selama dua minggu di Panguna dan Arawa. Kegiatan itu mencakup penyuluhan masyarakat dan diskusi tingkat tinggi yang disebut-sebut sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali tambang tembaga Panguna yang telah lama terbengkalai.
Namun Toroama menegaskan forum tersebut belum difasilitasi, disetujui, atau diizinkan oleh ABG. Ia memperingatkan individu atau kelompok yang mempromosikan forum itu bertindak sepenuhnya di luar aturan Undang-Undang Pertambangan Bougainville.
Proyek Pengembangan Kembali yang Sedang Berjalan
Pemerintah Bougainville saat ini memang tengah berupaya mengembangkan kembali tambang Panguna. ABG telah bermitra dengan perusahaan India, Lloyds Metals, untuk menjalankan studi kelayakan bersama pemegang lisensi di Panguna, Bougainville Copper Limited (BCL).
Berdasarkan hukum Bougainville, forum pengembangan atau sumber daya mineral hanya dapat diselenggarakan ketika permohonan resmi untuk izin pengembangan pertambangan atau sewa pertambangan skala besar telah diterima oleh ABG. Menteri yang bertanggung jawab secara resmi harus menyerukan proses tersebut. Toroama menegaskan tidak ada permohonan semacam itu terkait Panguna.
Peringatan dari Pemilik Lahan Sebelumnya
Bulan lalu, sekelompok pemilik lahan di daerah Panguna telah memperingatkan BCL dan Lloyds Metals untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai “masuk dan aktivitas tanpa izin” di lokasi tambang. Peringatan itu menambah ketegangan di tengah upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali tambang yang sempat menjadi sumber konflik panjang di Bougainville.
Tambang Panguna sendiri merupakan salah satu tambang tembaga terbesar di dunia yang beroperasi hingga akhir 1980-an. Penutupannya memicu ketidakstabilan politik dan sosial yang berujung pada referendum kemerdekaan Bougainville pada 2019.