PAPUA — Wigan Warriors memastikan diri sebagai penguasa baru Challenge Cup usai berpesta gol di Stadion Wembley, London. Bermain di bawah suhu panas yang menyengat, tim asuhan Matt Peet tampil superior sejak menit awal dan tak memberi kesempatan bagi Hull KR untuk berkembang.
French Jadi Bintang Kembali Usai Cedera
Bevan French menjadi pusat perhatian dalam laga ini. Pemain asal Australia itu baru pulih dari cedera hamstring dan langsung diturunkan sebagai starter. Ia membayar kepercayaan pelatih dengan torehan poin krusial yang membawa timnya unggul cepat.
Penampilan impresif French di lini belakang menjadi fondasi kemenangan Wigan. Ia tak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga beberapa kali memulai serangan balik cepat yang membingungkan pertahanan Hull KR.
Dominasi Sejak Awal, Hull KR Tak Berkutik
Wigan langsung tancap gas sejak kick-off. Serangan demi serangan dilancarkan ke pertahanan Hull KR yang tampak kewalahan menghadapi agresivitas lawan. Setiap celah di pertahanan langsung dimanfaatkan menjadi peluang emas.
Hull KR mencoba keluar dari tekanan, namun organisasi permainan Wigan terlalu rapat. Beberapa peluang yang didapat Hull KR selalu kandas di lini tengah atau berhasil digagalkan oleh barisan pertahanan lawan. Skor akhir mencerminkan dominasi total Wigan sepanjang 80 menit pertandingan.
Gelar Ke-22, Wigan Pertegas Status Raksasa
Kemenangan ini menambah koleksi trofi Challenge Cup Wigan Warriors menjadi 22 gelar. Catatan tersebut menegaskan posisi mereka sebagai salah satu klub paling sukses dalam sejarah kompetisi rugbi Inggris.
Final kali ini menjadi panggung pembuktian bagi Wigan yang tampil tanpa cela. Dari segi taktik, fisik, hingga mental, mereka unggul di semua aspek atas Hull KR yang tampil sebagai kuda hitam musim ini.
Cuaca Panas Tak Halangi Euforia Pendukung
Stadion Wembley yang dipenuhi puluhan ribu pendukung Wigan bergemuruh sepanjang laga. Meskipun cuaca panas menyengat, suporter setia terus memberikan dukungan vokal kepada tim kesayangan mereka.
Euforia kian tak terbendung saat peluit panjang dibunyikan wasit. Para pemain Wigan langsung berpelukan di tengah lapangan, merayakan keberhasilan mereka membawa pulang trofi bergengsi tersebut ke kandang.