PAPUA — Distribusi hewan kurban tidak dilakukan serampangan. Community Relations Manager PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman, menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, aparat kampung, dan panitia Iduladha setempat agar bantuan benar-benar sampai ke penerima yang membutuhkan. “Tahun ini, PT Berau Coal bersama mitra kerja menyalurkan 122 ekor sapi dan 76 ekor kambing. Meski dilakukan penyesuaian, kami tetap berupaya menjaga komitmen berbagi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Penyesuaian jumlah, kata Muhammad, dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan dan tekanan industri yang masih berlangsung. Namun, semangat kebersamaan tetap menjadi prioritas utama.
Warga: “Sinergi Terjalin Baik, Manfaatnya Terasa”
Respons positif datang langsung dari perangkat desa dan pengurus masjid. Rudi Hermanto, Sekretaris Desa Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung, mengakui bahwa dukungan perusahaan sangat terasa di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. “Kita mengetahui kondisi industri tambang saat ini, harapan kami, penyaluran hewan kurban dapat terus berjalan ke depannya. Untuk sejauh ini, sinergi dengan masyarakat terjalin dengan baik,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Arif Wisnu, Imam Masjid Baitul Makmur Kampung Sukan. “Alhamdulillah tahun ini kami kembali mendapatkan dukungan melalui penyaluran sapi kurban. Terima kasih PT Berau Coal, harapannya kegiatan ini dapat terus berkelanjutan sehingga membawa manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat,” katanya.
9 Mitra Ikut Serta, dari Kontraktor Tambang hingga Logistik
Dalam aksi sosial ini, PT Berau Coal menggandeng sembilan mitra kerja: PT Pamapersada Nusantara, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, PT Madhani Talatah Nusantara, PT Mutiara Tanjung Lestari, PT Fajar Anugerah Dinamika, PT Kaltim Diamond Coal, PT Bumi Artlantis Raya, PT Asian Bulk Logistik, dan PT Dian Ciptamas Agung. Keterlibatan puluhan perusahaan ini menunjukkan bahwa rantai pasok industri tambang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada tanggung jawab sosial di daerah operasional.
Bagi Muhammad Sulaiman, momen Iduladha menjadi pengingat bahwa di balik tekanan harga batu bara dan efisiensi operasional, hubungan harmonis dengan masyarakat adalah modal jangka panjang yang tidak boleh putus. “Penyaluran hewan kurban juga menjadi wujud terima kasih perusahaan kepada masyarakat atas dukungan dan kebersamaan yang selama ini terjalin dengan baik,” pungkasnya.