JAYAPURA — Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, mendorong organisasi Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Papua untuk serius menyiapkan kader pemimpin daerah. Menurutnya, pengukuhan kepengurusan yang baru saja berlangsung harus menjadi titik awal pembinaan, bukan sekadar seremoni.
"Jangan berhenti pada pelantikan. Organisasi harus melahirkan karya, melahirkan kader, dan melahirkan pengabdian yang dirasakan masyarakat," kata Yanni dalam pertemuan konsolidasi di Jayapura, seperti dikutip dari pernyataan resmi yang diterima, Minggu (7/6).
Kaderisasi Bukan Agenda Jangka Pendek
Yanni menilai tantangan terbesar organisasi bukan pada pembentukan pengurus, melainkan pada kemampuan mencetak kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat. Ia menyebut proses kaderisasi kerap terabaikan karena perhatian tersita pada agenda jangka pendek.
Akibatnya, kata dia, banyak daerah mengalami kekurangan figur yang benar-benar siap memimpin ketika momentum politik tiba. Yanni meminta PPIR mulai memetakan kader potensial sejak dini agar regenerasi berjalan terencana dan berkesinambungan.
"Kalau ada kader yang baik, yang sudah bekerja dan teruji di tengah masyarakat, siapkan mereka. Dari sekarang harus sudah terlihat siapa yang kelak siap menjadi anggota DPR/DPRD, siapa yang siap memimpin daerah," ujarnya.
Pemimpin Tidak Lahir dalam Hitungan Bulan
Menurut Yanni, politik yang sehat tidak lahir dari proses mendadak. Kepemimpinan membutuhkan waktu untuk ditempa, dan pengalaman tidak bisa dibangun dalam hitungan bulan. Ia mengingatkan bahwa para purnawirawan memiliki modal berharga berupa pengalaman panjang mengabdi kepada bangsa.
"Seragam boleh dilepas. Masa tugas boleh berakhir. Pengabdian kepada bangsa tidak pernah selesai," kata dia.
Yanni menambahkan, keberhasilan organisasi diukur dari kemampuannya melahirkan orang-orang yang siap mengambil tanggung jawab ketika masyarakat membutuhkan, bukan dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan.
Gerindra Siap Perkuat Kelembagaan PPIR Papua
Selain kaderisasi, Yanni menyatakan komitmennya memperkuat kelembagaan PPIR Papua. Sebagai organisasi induk, Gerindra Papua akan memberikan dukungan pengembangan organisasi, termasuk penyediaan fasilitas sekretariat untuk pusat koordinasi dan pembinaan kader.
Ia menilai organisasi yang ingin melahirkan pemimpin berkualitas harus memiliki basis moral yang kuat. Konsolidasi organisasi, komunikasi antarpengurus, dan penguatan struktur menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, Yanni menilai Papua membutuhkan lebih banyak organisasi yang mampu menyiapkan sumber daya manusia unggul. "Dalam politik, jabatan bisa dicari dalam hitungan bulan. Pemimpin tidak. Pemimpin dibentuk melalui proses yang panjang. Karena itu kaderisasi di Gerindra adalah investasi paling berharga yang bisa diwariskan kepada Papua," ujarnya.