JAYAPURA — Arus penumpang kapal di Pelabuhan Jayapura tumbuh tipis pada paruh pertama tahun ini. Pelni mencatat kenaikan jumlah penumpang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan puncaknya terjadi pada Juni 2026.
Kepala Cabang Pelni Jayapura Daulat Apul Grevasius mengungkapkan, penjualan tiket tertinggi terjadi pada Juni 2026 dengan total 15.094 tiket. Momentum libur sekolah dan pergerakan pelajar yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi menjadi pendorong utama lonjakan tersebut.
Rute Intra-Papua Mendominasi, Manokwari dan Sorong Paling Diminati
Daulat menyebut rute antarwilayah di Papua menjadi pilihan utama masyarakat. Tujuan Serui, Nabire, dan Biak mencatat permintaan tertinggi, disusul Manokwari dan Sorong yang tak kalah ramai.
Selain kapal penumpang reguler, Pelni Cabang Jayapura juga menjual 3.280 tiket kapal perintis sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari total tersebut, sebanyak 2.765 penumpang tercatat tiba di Pelabuhan Jayapura menggunakan kapal perintis, sementara 64.974 orang lainnya datang dengan kapal penumpang.
Stimulus Tarif 30 Persen dan Harga Pesawat yang Tinggi
Daulat menjelaskan, kebijakan diskon tiket kapal sebesar 30 persen ikut mengerek minat masyarakat beralih ke transportasi laut. Selama program berlangsung, Pelni Cabang Jayapura berhasil menjual 18.658 tiket dengan tarif promo.
"Apalagi kami telah memberikan program stimulus berupa diskon tiket kapal sebesar 30 persen, sehingga turut mendorong peningkatan jumlah penumpang. Sehingga, selama program berlangsung, Pelni Cabang Jayapura berhasil menjual sebanyak 18.658 tiket dengan tarif diskon," kata Daulat di Jayapura, Kamis.
Ia menambahkan, tingginya harga tiket pesawat menjadi faktor lain yang membuat warga kian memilih kapal laut sebagai moda transportasi antarkota di Papua.
"Selain itu, tingginya harga tiket pesawat juga menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih menggunakan kapal laut," ujarnya.
Dengan capaian yang melampaui target di semester pertama, Pelni Cabang Jayapura diproyeksikan mampu mempertahankan tren pertumbuhan penumpang hingga akhir tahun. Program diskon dan perbaikan layanan dinilai menjadi kunci menjaga loyalitas pengguna jasa pelayaran di wilayah timur Indonesia.