KOBAKMA — Sebanyak 200 pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mamberamo Tengah mulai menerima paket bantuan sembako dari pemerintah daerah. Penyaluran tahap awal ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Mamberamo Tengah, Itaman Thago, kepada perwakilan penerima di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, Rabu (28/7/2026).
Bantuan menyasar pelaku usaha di lima distrik yang tersebar di wilayah Mamberamo Tengah. Proses pendataan disebut telah melalui verifikasi ketat sebelum daftar penerima final ditetapkan.
Prioritas bagi Pelaku Usaha yang Belum Pernah Menerima Bantuan
Kepala Dinas Perindag Mamberamo Tengah, Oles Soklayo, menegaskan bahwa program ini sengaja diarahkan kepada mereka yang selama ini belum tersentuh intervensi serupa. Menurutnya, hal itu dilakukan agar pemerataan manfaat bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Bantuan ini kami prioritaskan bagi mereka yang belum pernah menerima program sejenis. Jangan dinilai dari besar kecilnya jumlah bantuan, melainkan dari wujud perhatian pemerintah terhadap para pelaku usaha OAP,” ujar Oles di sela-sela penyerahan bantuan.
Wabup Minta Bantuan Dipakai untuk Menopang Ekonomi Keluarga
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Itaman Thago mengingatkan agar paket sembako yang diterima tidak sekadar menjadi konsumsi belaka. Ia meminta para penerima manfaat menggunakan bantuan tersebut secara produktif untuk menjaga stabilitas usaha dan kebutuhan pokok keluarga.
“Bantuan yang diterima bapak dan ibu hendaknya dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Itaman.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berharap bantuan ini dapat meringankan beban operasional atau modal kerja pelaku usaha kecil di tengah dinamika harga bahan pokok.
Pemkab Andalkan Data Akurat Agar Anggaran Tepat Sasaran
Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya akurasi data dalam setiap penyusunan program dinas. Ia menekankan bahwa survei lapangan dan basis data yang valid menjadi kunci agar alokasi anggaran daerah memberikan dampak nyata, bukan sekadar seremonial belaka.
“Perlu pendataan yang akurat dalam setiap penyusunan program dinas. Hal ini diperlukan agar pengalokasian anggaran dapat memberikan dampak nyata yang optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Oles Soklayo menambahkan, pihaknya berharap penyaluran sembako ini menjadi titik awal lahirnya kebijakan strategis lain yang lebih luas ke depan. Ia menyebut pemberdayaan ekonomi OAP akan terus menjadi fokus utama Disperindag Mamberamo Tengah dalam berbagai program lanjutan.