MANOKWARI — Semangat gotong royong menyambut ajang musik religi terbesar di Tanah Air itu terlihat di sejumlah titik kota, mulai dari jalan protokol, taman, hingga pusat keramaian. Warga bersama instansi pemerintah turun langsung memungut sampah dan merapikan area publik.
Apresiasi untuk Partisipasi Semua Pihak
Haryono menilai aksi kolektif ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti kepedulian warga terhadap citra daerah. “Ini menunjukkan kepedulian bersama untuk menampilkan wajah terbaik Manokwari sebagai tuan rumah,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menyukseskan agenda berskala nasional itu.
Imbauan Jaga Fasilitas Umum
Haryono mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di jalan raya, taman, dan fasilitas publik lainnya. Ia menekankan bahwa kebiasaan menjaga kebersihan harus menjadi budaya jangka panjang, bukan hanya saat ada acara besar.
“Fasilitas umum adalah milik bersama. Lingkungan yang bersih akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun para tamu yang datang ke Manokwari,” kata Haryono.
Harapan untuk Kesan Positif
Ia berharap semangat yang sudah terbangun ini terus dipertahankan hingga pelaksanaan Pesparawi Nasional selesai. Tujuannya, agar para peserta dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia membawa pulang kesan positif terhadap Manokwari.
Pesparawi Nasional sendiri merupakan ajang perlombaan paduan suara dan musik religi yang mempertemukan kontingen dari seluruh provinsi. Manokwari ditunjuk sebagai tuan rumah pada tahun ini.