Pencarian

Harga Xbox Series X dan S Naik Lagi Agustus 2026, Tapi Ini Saat yang Buruk untuk Membeli

Sabtu, 27 Juni 2026 • 12:45:32 WIB
Harga Xbox Series X dan S Naik Lagi Agustus 2026, Tapi Ini Saat yang Buruk untuk Membeli
Harga Xbox Series X dan S resmi naik mulai 1 Agustus 2026 di Indonesia.

PAPUA — Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan yang mendorong konsumen untuk segera membeli Xbox sebelum harga naik, kami justru melihat gambaran sebaliknya. Ya, Microsoft memang akan menaikkan harga Xbox Series X dan S per 1 Agustus 2026. Ya, ada diskon Prime Day yang membuat Series S dibanderol Rp 5,6 juta (setara USD 350) dan Series X Rp 9,2 juta (USD 573). Tapi percayalah, ini bukan saat yang tepat untuk merogoh kocek.

Konsol Enam Tahun yang Harganya Malah Naik

Xbox Series X dan S dirilis pada November 2020 dengan harga USD 500 dan USD 300. Dalam enam tahun, alih-alih turun seperti siklus normal konsol, harganya justru merangkak naik. Saya pribadi pernah membeli Series X seharga kurang dari Rp 6,4 juta (USD 400) dan Series S Rp 4 juta (USD 250) beberapa tahun lalu. Bandingkan dengan harga diskon saat ini yang masih lebih mahal dari harga normal di tahun ketiga generasi ini berjalan.

Microsoft beralasan kenaikan ini akibat kelangkaan memori dan storage yang mendorong harga komponen naik. Ironisnya, perusahaan justru memperparah situasi dengan investasi besar-besaran di pusat data AI yang ikut menyedot pasokan RAM global.

Eksklusivitas Game yang Semakin Kabur

Salah satu alasan utama membeli konsol adalah gamenya. Sayangnya, Xbox kini hampir tidak punya alasan eksklusif yang kuat. Judul-judul besar seperti Avowed, Indiana Jones and the Great Circle, dan Keeper semuanya tersedia di PC (Steam). Bahkan waralaba sebesar Call of Duty — yang kini jadi milik Microsoft — wajib dirilis di PlayStation dan Nintendo Switch karena kewajiban hukum.

Microsoft sendiri gencar mempromosikan ekosistem platform-agnostik: "Xbox adalah tempat kamu memainkan game Xbox, bukan sekadar kotak di bawah TV." Strategi cloud gaming dan kompatibilitas lintas generasi memang keren, tapi justru membuat konsol fisik semakin tidak relevan. Jika semua game Xbox bisa dimainkan di PC, laptop, atau bahkan Steam Machine, untuk apa membeli Xbox?

Kekacauan Internal Microsoft Gaming

Di balik layar, divisi gaming Microsoft sedang tidak baik-baik saja. Tahun 2026 ditandai dengan gelombang PHK massal, penutupan studio, dan perubahan eksekutif. Bulan ini saja, kabar beredar bahwa Double Fine, Ninja Theory, dan Compulsion Games terancam ditutup. CEO Xbox yang baru, Asha Sharma, bersama Chief Content Officer Matt Booty, sudah mengisyaratkan akan ada lebih banyak PHK pada Juli mendatang.

Laba konsol yang terus menurun dan ketidakpastian masa depan studio first-party membuat ekosistem Xbox terasa rapuh. Membeli konsol di tengah situasi seperti ini ibarat menyewa apartemen di gedung yang sedang direnovasi besar-besaran — Anda tidak pernah tahu kapan fasilitasnya akan berubah atau ditutup.

Kesimpulan: Jangan Gegabah, Tunggu Generasi Berikutnya

Tidak ada pencapaian dunia nyata dari mengoleksi semua konsol generasi sekarang. Satu-satunya imbalan adalah validasi sosial di media sosial yang sifatnya sementara dan semakin menipis — tidak seperti harga Xbox yang malah terus naik. Jika Anda tidak membutuhkan Xbox selama enam tahun terakhir, kemungkinan besar Anda masih tidak membutuhkannya sekarang.

Langkah paling cerdas: tunggu hingga generasi konsol berikutnya tiba — yang kabarnya sudah dekat — lalu beli Xbox Series X/S bekas dengan harga miring, atau langsung lompat ke generasi baru. Atau, seperti banyak penggemar game saat ini, mulailah menabung untuk Steam Machine. Pilihan ada di tangan Anda.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks