JAYAPURA — Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua mengakui masih banyak pelaku usaha di daerah yang belum memahami proses penawaran umum perdana saham atau IPO. Kondisi ini mendorong pihaknya menggencarkan program edukasi dan sosialisasi secara berkala.
Edukasi Dasar: Dari Pemahaman IPO hingga Alur Persiapan
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua Kresna Aditya Payokwa mengatakan, tahap awal edukasi difokuskan pada penguatan tata kelola perusahaan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar tentang proses go public, mulai dari tahapan yang harus dilalui, pihak-pihak yang perlu dihubungi, hingga alur persiapan yang harus disiapkan.
"Edukasi dan sosialisasi pasar modal kepada perusahaan di Papua menjadi bagian dari strategi kami dalam memperluas pemahaman tentang mekanisme pasar modal di daerah," kata Kresna di Jayapura, Selasa.
Perusahaan Lokal Punya Potensi, Terkendala Skala dan Aset
Menurut Kresna, perusahaan lokal di Papua memiliki potensi untuk berkembang, namun masih memerlukan penguatan dari sisi tata kelola, skala bisnis, hingga kesiapan aset. Tanpa fondasi yang kuat, perusahaan akan kesulitan memenuhi persyaratan tercatat di bursa.
BEI Papua juga memberikan gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi perusahaan setelah tercatat di bursa. Strategi agar perusahaan tetap berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas turut disampaikan dalam sesi edukasi.
Diskusi Masih pada Tahap Awal, Belum ke Kesiapan IPO
Kresna mengungkapkan, beberapa perusahaan di Papua sudah mulai berdiskusi dengan pihaknya. Namun, pembahasan masih sebatas kebijakan dan belum menyentuh kesiapan IPO secara konkret.
"Langkah ini diharapkan dapat menjadi pondasi bagi perusahaan-perusahaan lokal Papua agar dalam beberapa tahun ke depan lebih siap memasuki pasar modal. Memang ada beberapa perusahaan sudah mulai berdiskusi, tetapi masih pada tahap awal terkait kebijakan dan belum sampai pada kesiapan IPO," ujarnya.