MANOKWARI — Kepulan asap hitam dari ban bekas yang dibakar di Perempatan Lampu Merah Sanggeng, Kabupaten Manokwari, sempat memicu kekhawatiran warga, Rabu (1/7/2026). Namun, aksi yang identik dengan aksi unjuk rasa itu bukanlah bentuk protes, melainkan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.
Pemuda-Pemudi Sanggeng Raya sengaja menggelar aksi tersebut sebagai kejutan untuk jajaran Polri. Mereka ingin menunjukkan bahwa generasi muda di Manokwari siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan.
Simbol Dukungan untuk Polri di Momen Bhayangkara
Sekretaris Umum Pemuda-Pemudi Sanggeng Raya, Thomas Riki Sanadi, menegaskan bahwa aksi bakar ban itu merupakan "prank" atau kejutan yang telah direncanakan. "Kami sengaja membuat kejutan besar sebagai bentuk apresiasi kepada Polri. Selama ini Polri telah bekerja keras menjaga situasi keamanan dan ketertiban sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman," ujar Thomas dalam keterangannya.
Menurut Thomas, momen HUT Bhayangkara menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Polri. Ia menambahkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen.
Pemuda Ingin Bangun Sinergi dengan Aparat
Thomas menuturkan bahwa Pemuda-Pemudi Sanggeng Raya berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan di Kabupaten Manokwari. "Momentum HUT Bhayangkara ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa pemuda siap menjadi mitra Polri dalam menjaga kedamaian dan menciptakan lingkungan yang kondusif," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan pesan bahwa generasi muda di Papua Barat tidak hanya kritis, tetapi juga peduli terhadap institusi keamanan. "Atas nama Pemuda-Pemudi Sanggeng Raya, kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh anggota Polri. Teruslah menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta semakin profesional dalam mengemban tugas," ucap Thomas.
Aksi yang awalnya disangka sebagai bentuk protes ini justru berakhir dengan pesan damai dan dukungan penuh terhadap tugas kepolisian. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tidak semua aksi di jalan raya bermakna negatif.