PAPUA — Brasil yang datang sebagai salah satu favorit juara justru tampil frustrasi. Meski mendominasi penguasaan bola, penyelesaian akhir yang buruk dan kegagalan Bruno Guimaraes mengeksekusi penalti pada menit ke-12 menjadi titik balik pertandingan.
Momen Krusial: Penalti Gagal dan Gol Dianulir
Norwegia membuka laga dengan percaya diri. Gol cepat mereka pada menit keempat dianulir karena offside, tapi itu jadi sinyal bahwa Brasil tidak akan punya jalan mudah.
Brasil mendapat hadiah penalti setelah Matheus Cunha dilanggar Kristoffer Ajer. Namun, eksekusi Bruno Guimaraes terbaca kiper Orjan Nyland. Gagal memanfaatkan peluang emas, tekanan Brasil perlahan mereda.
Duet Schjelderup-Haaland Hancurkan Pertahanan Selecao
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-79. Umpan silang Andreas Schjelderup disambut sundulan keras Haaland. Bola meluncur deras ke pojok gawang Alisson tanpa bisa dihalau.
Brasil yang panik justru kebobolan lagi di menit ke-90. Schjelderup kembali jadi kreator, kali ini memberikan assist untuk tembakan kaki kiri Haaland yang tak bisa dihentikan. Dua assist Schjelderup menjadi kunci strategi Norwegia yang mengandalkan serangan balik cepat.
Gol Penalti Neymar Tak Cukup Selamatkan Brasil
Brasil memperkecil ketertinggalan lewat penalti Neymar pada menit 90+7 setelah Casemiro dilanggar Leo Ostigard. Namun, waktu terlalu singkat untuk menyamakan kedudukan.
Kekalahan ini menjadi kegagalan terbesar Brasil di Piala Dunia sejak tersingkir di babak penyisihan grup 1966. Untuk Norwegia, ini adalah pencapaian bersejarah yang membuktikan bahwa pendekatan pragmatis bisa mengalahkan tim dengan label bintang.