Pencarian

Donasi Penonton “Pesta Babi” untuk Pengungsi Internal Papua Capai Rp 517 Juta, Disalurkan ke Puncak dan Intan Jaya di Tengah Ancaman Drone

Senin, 06 Juli 2026 • 15:05:31 WIB
Donasi Penonton “Pesta Babi” untuk Pengungsi Internal Papua Capai Rp 517 Juta, Disalurkan ke Puncak dan Intan Jaya di Tengah Ancaman Drone
Penyaluran donasi Rp 517 juta dari penonton film “Pesta Babi” untuk pengungsi internal Papua berlangsung di Puncak dan Intan Jaya.

JAYAPURA — Solidaritas penonton film dokumenter “Pesta Babi–Kolonialisme di Zaman Kita” berbuah nyata. Uang tiket sukarela yang terkumpul sejak musim nonton bareng (nobar) mencapai Rp 517.928.770. Seluruh dana telah dikonversi menjadi bantuan kemanusiaan bagi warga Papua yang terusir akibat konflik bersenjata dan operasi militer.

Tim penyalur dari Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua bergerak ke dua titik utama. Pada 16 Juni, bantuan diberikan kepada pengungsi di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Dua hari kemudian, giliran pengungsi di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, yang menerima pasokan bahan makanan dan uang tunai.

Ancaman Drone dan Granat di Intan Jaya

Proses penyaluran di Intan Jaya berlangsung dalam situasi mencekam. Pendeta Yahya Lagowan, Ketua Sinode Kingmi di Tanah Papua, mengungkapkan pesawat nirawak (drone) terus berkeliaran di sekitar lokasi pengungsian, termasuk tempat tim menginap dan area gereja. Sebuah granat yang dijatuhkan meledak di dekat para ibu yang sedang mencuci ubi, melukai dua orang perempuan.

“Ini anak-anak Tuhan—mereka membuat film Pesta Babi dan memberi sumbangan untuk yang sedang dalam pengungsian. Mereka tidak bisa datang ke sini dan meminta kami yang datang mengantarkan bantuan kemanusiaan,” ujar Pdt. Yahya di hadapan para pengungsi di Sugapa.

Menurut catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua, setidaknya enam rangkaian kekerasan terjadi di Intan Jaya sepanjang Mei-Juni 2026. Korban terus berjatuhan, termasuk ibu hamil, bayi, anak-anak, pendeta, dan tenaga kesehatan.

Pengungsi Internal Capai 122.932 Jiwa Sejak 2018

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) mencatat, sejak 2018 jumlah pengungsi internal di Tanah Papua mencapai 122.932 jiwa. Angka itu belum termasuk mereka yang meninggal di lokasi pengungsian akibat kondisi yang terus memburuk. Gelombang terbesar berasal dari Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Tim kedua penyalur bantuan, yang terdiri dari Pdt. Marthen Keiya, Pdt. Nataniel Tabuni, dan Pdt. Yairus Elopere, bergerak ke Wamena dan Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, pada 17-18 Juni. Di sana, mereka menjangkau pengungsi dari dua distrik, Yigi dan Mbulmu Yalma.

“Kami datang dalam rangka membawa sesuai dengan apa yang mereka [penonton Pesta Babi] minta. Kami tidak tambah-tambah dan tidak kurangi. Barang sudah sampai di sini. Kami punya tugas di kantor sinode, hanya tangisan yang selalu kami naikkan kepada Tuhan,” kata Pdt. Marthen Keiya saat menyalurkan bantuan di Distrik Mbua.

Operasi Militer dan Proyek Strategis Nasional

Tim kolaborasi film Pesta Babi menegaskan bantuan ini hanyalah setetes air di tengah krisis yang membesar. Operasi militer di Tanah Papua disebut meluas seiring proyek strategis nasional pemerintah yang menyasar tanah adat seluas 2,5 juta hektare untuk konversi menjadi sawah, kebun tebu, dan sawit. Ribuan personel militer ditempatkan untuk mengamankan proyek dari protes masyarakat adat.

“Sudah terlalu banyak kematian, penderitaan, dan air mata tumpah di Tanah Papua. Tragedi kemanusiaan ini harus segera diakhiri,” demikian pernyataan tim Pesta Babi, sembari mengajak publik mendesak demiliterisasi di Papua. (*)

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks