Pria kelahiran 2 Juni 1984 ini merupakan warga asli Kampung Yasa Mulya. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 19 Negeri Langkeang, lalu melanjutkan ke MTs dan MA Pondok Pesantren An-Nahdlah Sudiang, sebelum meraih gelar strata satu (S-1) di STAI Yamra Merauke pada 2010. Pengalaman organisasinya meliputi keaktifan di IPNU/IPPNU dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di dunia kerja, ia pernah mengajar di SMP Negeri 1 Kaptel dan SD Al-Khodijah Yasa Mulya, serta menjabat sebagai anggota Bamuskam Yasa Mulya sejak 2020.
Semangat Gotong Royong Jadi Modal Utama
"Semangat gotong royong, transparansi, dan partisipasi masyarakat menjadi modal utama untuk membangun Kampung Yasa Mulya yang lebih baik," ujar Amiruddin usai mendaftar. Ia mendaftar didampingi istri, keluarga, dan tim sukses dengan penuh keceriaan. Motto kepemimpinannya adalah "Bersama Membangun Yasa Mulya, Amanah dalam Memimpin, Adil dalam Melayani, Sejahtera untuk Semua."
Sepuluh Program Prioritas di Tengah Keterbatasan Anggaran
Menyikapi efisiensi dana desa, Amiruddin menyusun prioritas pembangunan yang memberikan manfaat langsung. Di bidang ketahanan pangan, ia mengusulkan kebun desa, budidaya sayuran, peternakan ayam, dan perikanan sederhana. Sektor ini dinilai sebagai kebutuhan dasar yang harus diperkuat.
Untuk infrastruktur, prioritas diberikan pada pembangunan jalan lingkungan berskala kecil, drainase, dan penyediaan sarana air bersih dengan sistem padat karya. Program ini diharapkan membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Amiruddin juga mendorong optimalisasi budaya gotong royong melalui kerja bakti rutin yang melibatkan pemuda, PKK, dan seluruh elemen masyarakat.
Digitalisasi Administrasi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Di bidang pelayanan publik, calon kepala kampung ini berencana menerapkan digitalisasi administrasi kampung secara bertahap. Sistem arsip digital dan aplikasi gratis akan digunakan agar pelayanan lebih cepat, tertib, dan efisien. Untuk meningkatkan perekonomian, ia akan mengembangkan potensi lokal melalui pemberdayaan petani, pelaku UMKM, koperasi, serta Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam). Pelatihan keterampilan dan pemasaran produk secara digital melalui platform sederhana seperti WhatsApp dan Facebook akan menjadi bagian dari program ini.
Kolaborasi dengan Pihak Eksternal
Amiruddin juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR). Langkah ini diambil agar pembangunan kampung tidak bergantung sepenuhnya pada dana desa. Visi yang ia usung adalah "Terwujudnya Kampung Yasa Mulya yang maju, mandiri, aman, sejahtera, religius, transparan, dan berkeadilan melalui pemerintahan yang bersih serta pelayanan yang berkualitas."