PAPUA — Kalender F1 2026 kembali dihadapkan pada situasi pelik. Grand Prix Bahrain yang sempat dijadwalkan ulang ke 2-4 Oktober kini terancam batal setelah sejumlah tim balap menuntut garansi keamanan absolut dari otoritas setempat. Permintaan ini muncul di tengah memanasnya kembali ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Jika jadi digelar, GP Bahrain akan menjadi seri kedua dari triple-header yang melelahkan. Balapan di Sirkuit Sakhir direncanakan berlangsung sepekan setelah GP Azerbaijan (24-26 September) dan seminggu sebelum GP Singapura (9-11 Oktober). Padatnya jadwal ini membuat tim harus memutar otak soal logistik dan pemulihan fisik kru.
Logistik Terkendali, Keamanan Jadi Momok
Dari sisi pengiriman peralatan, sebenarnya tidak ada masalah berarti. Penerbangan kargo dari Baku ke Bahrain hanya memakan waktu sekitar 7 jam 23 menit. Perjalanan darat dari Bandara Internasional Bahrain ke Sirkuit Internasional Bahrain juga cukup singkat, yakni 41 menit — dan bisa lebih cepat dengan izin khusus.
Otoritas ruang udara Bahrain, mengacu data Ch-Aviation, bahkan sudah menyatakan wilayah udara mereka terbuka penuh. Hanya saja, setiap maskapai tetap diwajibkan mengantongi izin khusus sebelum terbang. Namun, hambatan terbesar bukan lagi urusan logistik, melainkan jaminan keamanan di darat.
Tim Minta Keputusan Sebelum GP Belgia
Tekanan justru datang dari tim-tim Formula 1 dan Formula 2. Mereka mendesak FIA dan penyelenggara untuk memberikan kejelasan status GP Bahrain sebelum akhir pekan ini — tepatnya sebelum pekan balapan di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, dimulai. Alasannya, tim perlu waktu menyusun rencana perjalanan dan asuransi kru.
“Kami tidak bisa mengambil risiko dengan keselamatan personel. Situasi di Timur Tengah masih fluktuatif. Kepastian harus diberikan sebelum kami mengirimkan peralatan dan orang ke sana,” demikian kurang lebih isi desakan yang beredar di internal paddock.
FIA di Persimpangan: Gelar atau Tunda?
Keputusan kini sepenuhnya berada di tangan FIA sebagai otoritas tertinggi balap mobil dunia. Jika GP Bahrain tetap digelar, paruh kedua musim 2026 akan menjadi salah satu periode paling menguras fisik bagi seluruh personel sirkus F1. Sebaliknya, jika dibatalkan, celah jadwal yang kosong harus segera diisi atau dibiarkan begitu saja — yang berarti kerugian finansial bagi promotor dan tim.
Para penggemar Formula 1 di Indonesia dan dunia hanya bisa berharap situasi keamanan di Timur Tengah lekas membaik. Kepastian jadwal diharapkan keluar dalam beberapa hari ke depan, sebelum roda jet darat benar-benar mulai bergerak menuju Bahrain.