JAYAPURA — Kilas Budaya Papua 2026 resmi dibuka dengan mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menjaga Peradaban, Menguatkan Identitas”. Event yang berlangsung dari 14 hingga 16 Juli 2026 ini tidak hanya menjadi panggung bagi para seniman, tetapi juga sebagai ruang dialog antara generasi tua dan muda untuk menjaga warisan leluhur.
“Warisan budaya leluhur bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas dan jati diri masyarakat Papua yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” kata Melkias Ohee dalam sambutannya.
Paguyuban dan Sanggar Jadi Motor Penggerak
Tahun ini, panitia melibatkan berbagai paguyuban yang beranggotakan warga dari Serui, Biak, Waropen, Mamberamo Raya, dan wilayah lainnya yang berdomisili di Kota Jayapura. Ketua Panitia Robert Indakray menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang ekspresi bagi sanggar seni tari dan seni rupa agar terus berkarya.
“Diharapkan agar kesenian tradisional Papua tetap hidup, berkembang, dan semakin dikenal masyarakat,” ujar Robert.
Keterbatasan Anggaran Jadi Catatan
Meski pelaksanaan tahun ini didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Melkias Ohee mengakui pihaknya masih menghadapi keterbatasan dana, terutama untuk biaya akomodasi peserta. Saat ini, peserta yang tampil merupakan perwakilan paguyuban yang sudah berada di Jayapura.
Ke depan, pihak UPTD Taman Budaya berencana menghadirkan langsung peserta dari delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua. Rencana tersebut membutuhkan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sumber anggaran lainnya agar partisipasi lebih merata.
Melestarikan Tarian Tradisional di Tengah Zaman
Melkias menekankan bahwa adat dan budaya, khususnya tarian tradisional, merupakan bagian penting dari jati diri orang Papua. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan tradisi meskipun zaman terus berubah.
“Kami mengimbau masyarakat Papua tidak meninggalkan adat istiadat, terutama tarian tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas budaya. Adat dan budaya harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai jati diri orang Papua,” tegasnya.
Daftar Daerah Peserta Kilas Budaya Papua 2026
Kilas Budaya Papua 2026 diikuti oleh perwakilan dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Papua, yaitu:
- Kota Jayapura
- Kabupaten Jayapura
- Kabupaten Sarmi
- Kabupaten Biak Numfor
- Kabupaten Supiori
- Kabupaten Kepulauan Yapen
- Kabupaten Mamberamo Raya
UPT Museum dan Taman Budaya yang berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berkomitmen untuk terus menjalankan program pelestarian budaya suku-suku Papua secara berkelanjutan.