JAYAPURA — Yaliloa Papitai mencetak sejarah baru dalam dunia olahraga tradisional Pasifik. Pemuda dari pulau Nassau, gugusan utara Kepulauan Cook, itu menjadi yang tercepat dalam lomba panjat pohon kelapa di ajang Heiva Tu’aro Ma’ohi yang digelar di Tahiti akhir pekan lalu. Catatan waktunya, 4,48 detik, memecahkan rekor yang bertahan sejak 2017.
Podium final ajang tersebut nyaris sepenuhnya dikuasai atlet Kepulauan Cook. Papitai duduk di posisi pertama, disusul Fiapa’i Ellio dari Samoa di posisi kedua, serta Tokoa Elikana dan Joshua Jim—keduanya dari Kepulauan Cook—di posisi ketiga dan keempat. Jim, yang berasal dari Atiu, juga menyumbang medali emas kedua bagi negaranya setelah mengalahkan juara bertahan Tahiti dalam gulat tradisional sebanyak empat ronde berturut-turut.
Rekor Sebelumnya Dipecahkan setelah 9 Tahun
Rekor Kepulauan Cook sebelumnya dipegang oleh Iona George Piira sejak 2017. Saat itu, Piira memanjat pohon setinggi delapan meter dalam waktu 5,62 detik pada edisi perdana festival. Ia hanya kalah tipis dari Ellio asal Samoa Amerika yang unggul seperseratus detik. Kini, Piira menjabat sebagai pelatih kepala Tim Kepulauan Cook.
“Hasil bersejarah ini mencerminkan persiapan dan dedikasi selama berbulan-bulan,” kata Piira, yang memimpin skuad beranggotakan enam orang untuk ajang tahun ini. Tim tersebut menggabungkan pesaing berpengalaman dengan talenta baru, termasuk Joshua Jim, Tokoa Elikana, Tamaiva Mateariki, Rima Browne, Solomona Akamoeau, dan Yaliloa Papitai.
Waktu 4,48 Detik Masih di Bawah Rekor Dunia Guinness
Meski memecahkan rekor festival, catatan Papitai belum melampaui rekor dunia versi Guinness World Records. Rekor dunia untuk panjat pohon kelapa setinggi 9 meter tanpa alas kaki masih dipegang oleh Fuatai Solo dari Fiji sejak 22 Agustus 1980, dengan waktu 4,88 detik. Saat itu, Solo memenangkan kompetisi tahunan Sukuna Park untuk ketiga kalinya berturut-turut, bahkan memanjat pohon lagi sambil menggenggam uang hadiah sebesar £43 di mulutnya.
Kementerian Pengembangan Kebudayaan Kepulauan Cook (MOCD) menyambut pencapaian ini dengan antusias. Dalam unggahan di media sosial, mereka menyebut “sejarah tercipta di Tahiti” dan menambahkan bahwa tim telah memberikan hasil terbaik sepanjang partisipasi Kepulauan Cook di Heiva Tu’aro Ma’ohi.
“Ini adalah hasil terbaik kami sepanjang sejarah di Heiva Tu’aro Ma’ohi dan merupakan bukti dedikasi, kekuatan, dan kebanggaan yang ditunjukkan para atlet kami dalam mewakili Kepulauan Cook di panggung internasional,” tulis MOCD. “Selamat kepada setiap anggota Tim Kepulauan Cook. Kalian telah membuat bangsa ini bangga. Kepulauan Cook untuk dunia.”
Festival Heiva Tu’aro Ma’ohi sendiri merupakan ajang olahraga tradisional bergengsi di kawasan Pasifik. Tahun ini, kompetisi berlangsung selama sepekan dan baru berakhir hari ini. (*)