JAYAPURA — Sebanyak 11 pelaku UMKM dari berbagai sektor ikut meramaikan turnamen futsal SMA yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku di Jayapura. Mereka terdiri dari usaha kuliner, kerajinan produk lokal khas Papua, serta stan BrightGa yang merupakan layanan energi Pertamina. Kehadiran para pedagang ini di arena pertandingan diharapkan mampu memperkenalkan produk unggulan Papua sekaligus menambah pendapatan selama event berlangsung.
Target Lahirkan Talenta Futsal dan Penggerak Ekonomi
MyPertamina Futsal Competition tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar pelajar, tetapi juga ruang kolaborasi antara olahraga dan ekonomi kerakyatan. Weddy Surya Windrawan mengatakan penyelenggaraan turnamen ini bertujuan melahirkan talenta-talenta muda berbakat di bidang futsal. “Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan agar penyelenggaraan turnamen tidak hanya memberikan manfaat di bidang olahraga, tetapi juga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya kepada wartawan di Jayapura, Jumat.
11 UMKM: Kuliner, Kerajinan, hingga Energi
Para pelaku UMKM yang dilibatkan berasal dari berbagai latar usaha. Mulai dari pedagang makanan khas Papua, perajin lokal yang memproduksi aksesori dan cinderamata, hingga stan produk energi BrightGa. Kehadiran mereka di lokasi pertandingan dinilai strategis untuk memperkenalkan produk kepada ratusan pelajar dan pengunjung. “Kami ingin kompetisi ini juga memberikan manfaat untuk pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelibatan aktif UMKM,” tambah Weddy.
Dukungan Berkelanjutan untuk Ekonomi Kerakyatan
Menurut data yang disampaikan Pertamina, turnamen futsal SMA ini diikuti oleh 16 sekolah di Papua. Kegiatan berlangsung selama beberapa hari hingga 25 Juli 2026. Weddy menegaskan perusahaan akan terus menghadirkan acara serupa yang tidak hanya membina generasi muda melalui olahraga, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengembangan ekonomi kerakyatan di Tanah Papua. “Untuk itu kami akan terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengembangan ekonomi kerakyatan di Tanah Papua,” pungkasnya.