PAPUA — Riset yang dipublikasikan di Journal of Epidemiology and Community Health dari BMJ ini menganalisis data English Longitudinal Study of Ageing. Hasilnya, kelompok yang kerap menghadiri museum, teater, atau panggung seni memiliki usia fisiologis rata-rata 66,9 tahun. Sementara itu, mereka yang jarang terpapar aktivitas budaya tercatat memiliki usia fisiologis rata-rata 69,9 tahun.
Usia Fisiologis vs Usia Kronologis: Apa Bedanya?
Usia fisiologis bukan sekadar angka tanggal lahir. Ini adalah gambaran kondisi biologis tubuh yang diukur dari kesehatan fisik dan kognitif. Semakin rendah angka usia fisiologis, semakin baik kondisi tubuh seseorang dan semakin tinggi pula harapan hidupnya.
Menariknya, peneliti menemukan korelasi ini tetap kuat bahkan setelah memperhitungkan faktor pendapatan, jenis pekerjaan, dan riwayat penyakit kronis. Artinya, manfaat dari paparan seni dan budaya terhadap proses penuaan tidak bisa dijelaskan hanya dari latar belakang ekonomi semata.
Mengapa Aktivitas Budaya Berdampak pada Proses Penuaan?
Para ilmuwan menduga efek positif ini datang dari kombinasi beberapa faktor. Aktivitas seperti pergi ke bioskop atau museum secara tidak langsung mendorong seseorang untuk lebih aktif secara fisik, memperluas interaksi sosial, dan menjaga kesehatan mental. Ketiga elemen ini adalah pilar utama dalam memperlambat penuaan biologis.
Meski begitu, peneliti menegaskan studi ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Ada kemungkinan orang dengan kondisi kesehatan yang prima memang lebih mampu bepergian dan mengikuti beragam kegiatan budaya dibandingkan mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
Potensi Strategi Kesehatan Masyarakat
Kendati perlu penelitian lanjutan, para ilmuwan menilai keterlibatan rutin dalam aktivitas budaya berpotensi menjadi salah satu strategi menjaga kesehatan publik. Beberapa pakar bahkan menyebut manfaatnya bisa sebanding dengan kebiasaan berolahraga teratur.
Temuan ini menambah daftar panjang manfaat hiburan yang kerap dianggap remeh. Bagi generasi muda yang gemar nobar atau museum hopping di akhir pekan, kebiasaan tersebut bukan hanya soal melepas penat, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan tubuh.