MANOKWARI — Koordinator Tim Pelatih Paskibraka, Sertu Hendrigu, menyebut latihan perdana yang digelar di halaman Kantor Gubernur Papua Barat menjadi momentum awal pengenalan medan bagi para personel. Pada tahap ini, fokus utama pelatih adalah memastikan pengaturan tempat berjalan terarah sehingga seluruh gerakan dapat diserap maksimal oleh peserta.
“Kami sangat yakin mereka cepat dan bisa menyerap gerakan-gerakan yang sudah dilatih. Kami yakinkan bahwa pada saat pelaksanaan nanti tidak akan ada kesalahan-kesalahan,” ujar Hendrigu di sela-sela latihan, Rabu (5/8/2026).
Target Lepas Mandiri Sebelum Hari H
Hendrigu menjelaskan, latihan yang melibatkan Pasukan 45—gabungan personel TNI-Polri—ini dirancang dengan target bertahap. Dalam tiga hingga empat hari ke depan, para anggota diharapkan tidak lagi membutuhkan arahan dasar dari pelatih.
“Tiga atau empat hari setelah ini, kita bisa lepas mereka. Artinya mereka bisa bermain sendiri tanpa dikomentari lagi oleh pelatih. Mereka harus sudah memahami posisi, belok, arah podium, hingga formasi pengibaran,” jelasnya.
Disiplin Pribadi Kunci Kelancaran Formasi
Menurut Sertu Hendrigu, keberhasilan formasi Paskibraka tidak hanya ditentukan oleh instruksi pelatih, tetapi juga kedewasaan bertindak setiap anggota di lapangan. Latihan fisik hanyalah sebagian dari proses pembentukan mental.
“Komitmen terutama dari pelatih yang menyampaikan, kemudian komitmen dari peserta yang akan melaksanakan. Tumbuhnya disiplin itu adalah dari diri pribadi masing-masing,” tegasnya.
Rangkaian latihan ini direncanakan terus berlangsung di halaman Kantor Gubernur hingga hari pelaksanaan upacara. Khusus pada hari Minggu, agenda latihan akan diisi pemanasan dan penyesuaian setelah pelaksanaan ibadah.
Tim pelatih berharap masa persiapan yang intensif ini mampu menghadirkan performa terbaik saat pengibaran bendera nanti. Soliditas dan kedisiplinan menjadi modal utama Pasukan 45 dalam menjalankan tugas negara.