JAYAPURA — Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Papua mengalami pergeseran lokasi. Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengungkapkan, program yang semula akan dibangun di Kabupaten Jayapura itu akhirnya dialihkan ke wilayahnya setelah Pemerintah Provinsi Papua menemui sejumlah kendala di lokasi awal.
Keputusan pemindahan ini disambut baik oleh Pemkot Jayapura. Abisai Rollo menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program nasional tersebut.
Lahan 6 Hektare di Kompleks SMK Negeri 7 Disiapkan
Lokasi pembangunan berada di kawasan SMK Negeri 7 Jayapura, Kampung Skow Mabo, Distrik Muara Tami. Pemkot telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan lahan dan mempercepat proses pembangunan.
Dari total luas kawasan SMK Negeri 7 yang mencapai sekitar 10 hektare, lebih dari enam hektare dialokasikan khusus untuk Sekolah Rakyat. Sisanya tetap difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar SMK Negeri 7.
Pemkot Komunikasi dengan Pemilik Hak Ulayat
Abisai Rollo menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan pemilik hak ulayat setempat. Langkah ini ditempuh untuk memenuhi kekurangan luas lahan agar seluruh kawasan dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Kami sudah berkomunikasi dengan pemilik hak ulayat untuk memenuhi kekurangan luas lahan tersebut sehingga seluruh kawasan dapat dimanfaatkan secara optimal," ujarnya di Jayapura, Kamis.
Kontraktor Diminta Libatkan Masyarakat Setempat
Pemkot Jayapura tidak hanya mengejar target penyelesaian fisik. Wali kota meminta kontraktor pelaksana agar melibatkan warga setempat dalam setiap tahapan pekerjaan.
"Kepada kontraktor kami minta agar melibatkan masyarakat setempat dalam setiap tahapan pekerjaan sehingga manfaat pembangunan juga dapat dirasakan langsung oleh warga," kata Abisai Rollo.
Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat berjalan lancar dan selesai sesuai target yang telah ditetapkan. Kehadiran sekolah ini dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan Kota Jayapura.